[FF/1Shot/y]Please, Don’t Go
Annyeong reader... Akhirnya kembali lagi ke fiksi SHINee. Ternyata idup author yg satu ini gak bisa terlalu lama jauh dari SHINee. 0z, buat ff Eunhaenya... pending dlu ya.. untuk waktu yg g jelas. keke mianh.. *bow* 0z again,mo minta maaf klo FF yg lian bikin kali ini sering keluar jalur ceritanya. Soalny yg bikin sendiri pikirannya sdang bercabang2.. oka.
At least... have anice read and leave me some comments for this fiction ^^
Title :Please, Don’t Go
Author : Lian1412
Main Cast :
- SHINee
Other Cast :
- Nicole Kara
- Yoona SNSD
- Eunhae
++Minho POV++
'Brak!''Klek' Pintu tertutup dan terkunci dari dalam.
"Hyung!" Aku dan Taemin yang sedang asik nonton TV berteriak kaget melihat tingkah Jinki hyung yang tak seperti biasanya. Tiba-tiba saja pulang kemudian membanting pintu kamar dan mengurung diri di dalamnya.
"Hyung...." Taemin memandangku dengan berjuta tanya di matanya.
Aku pun mengalihkan pandanganku kearah Jonghyun hyung yang datang bersamaan dengan Jinki hyung. "Ada apa dengan Jinki hyung?" tanyaku.
"Entahlah? Kita biarkan saja dia sendiri dulu. Mungkin dia sedang butuh waktu untuk berpikir seorang diri. Kalian lanjutkan saja notonnya. Aku mau cari Kibum dulu." Jonghyun hyung pun pergi meninggalkan kami berdua dalam dunia kami kembali.
"Everything gonna be ok." Aku tersenyum lembut pada Taemin kemudian merengkuh pundak kecilnya dan mengarahkannya pandangannya kembali ke arah TV yang masih menyala di hadapan kami. 'Hyung, apa kau baik-baik saja?' batinku.
++End of Minho POV++
------------------------------------------------------------------------------------
++Jinki POV++
Setelah sekian lama bersembunyi di balik selimut untuk menata hati, aku beranjak menuju jendela kamar ini. Menikmati tetesan air hujan yang masih saja terus berjatuhan sedari sore tadi. Ai
'Tok tok tok'
"Hyung, Kumohon bukakan pintunya. Taemin sudah tertidur. Aku harus memindahkannya ke dalam agar tidak masuk angin."
Aku membuka pintu kamar dengan kepala tertunduk untuk menutupi wajahku yang tak karuan saat ini.
"Masuklah." ucapku dengan suara serak.
"Ne. Gomawo." Minho pun menjunjung Taemin dan membawanya masuk ke kamar. Kamar milik kami berlima. Kamarku, Minho, Taemin, dan..... mereka.
"Hyung? Kau kenapa?" tanya Minho lembut seusai membaringkan tubuh Taemin di ranjang.
"Ani..." Belum habis kataku air mataku sudah tumpah dan membuat kakiku terasa lemas kembali. Aku terduduk di lantai.
Annyeong...
"Hyung..." Minho memanggil namaku dengan suara lembutnya. Aku pasti terlihat sangat menyedihkan sekali saat ini. "Hyung." Minho mengulang panggilannya. Kali ini ia sambil mengelus punggungku. "waeyo? Ceritakanlah semuanya padaku." Seperti terkena hipnotis aku menceritakan segalanya yang kupendam pada saengku satu ini. Hal yang membuat dadaku sesak sedari tadi.
"Minho yah... aku tadi pagi hik..." kata-kataku terpotong karna air mataku terus memaksa untuk keluar berjatuhan. Aku hendak mengusapnya dengan lengan bajuku, namun Minho mengulurkan sapu tangannya.
"Lanjutkanlah hyung." kata Minho masih dengan nada yang begitu menenangkan.
"Aku t...tadi pagi mengajak Kibum keluar. Aku ingin pergi ken.. kencan ...dengannya." Aku mulai bercerita meski dengan kata yang terputus-putus dan tak beraturan."Tapi, dia menolaknya. Dia bi..lang ada perlu dengan keluarganya. Jadi aku pergi sendiri karna aku tahu Ki...bum paling sayang pada keluarganya lebih dari rasa sayangnya padaku. Karna sudah terlanjur beli 2 tiket bioskop, jadi aku ajak Jonghyun yang sedang luang. Tapi..." aku berhenti bercerita karena air mataku semakin deras berjatuhan.
"Tapi? Aigo... Hyung... tenanglah... keluarkan saja semuanya yang ada disini. Aku akan mendengarkannya dengan baik." Minho menepuk pelan dadaku kemudian menegakan bahuku. Aku menghela nafas dalam-dalam kemudian melanjutkan ceritaku.
"Tapi, saat aku keluar dari bioskop... aku... aku melihat... Kibum sedang jalan dengan.. dengan...Nicole... Kara. Padahal tadi dia bilang mau ada acara keluarga. Kenapa dia berbohong padaku? Apa dia ada main dengan Nicole? Apa dia sudah bosan denganku?"
"Hyung tenanglah... pasti Kibum punya alasan untuk itu."
"Alasan?" Aku terkekeh. "Minho yah, kau tahu. Tadi aku kalut sekali. Untuk menenangkanku Jonghyun mengajakku main ke rumahnya. Di sana Jonghyun bermain-main dengan komputernya memainkan beberapa video lucu yang dapat membuatku tertawa. Tapi lagi-lagi..."
"Waeyo?"
"Saat Jonghyun iseng-iseng ingin membaca komentar di me2day kita, aku melihat postingan Kibum beberapa hari yang lalu. Kibum dan Yoona. Mereka nampak serasi."
"Ah.. itukan hanya pandangan hyung saja."
"Tapi banyak fans yang berkomentar kalau mereka juga serasi!" Aku membantah kata-kata Minho dengan suara sedikit membentak. Aku benar-benar terbakar api cemburu saat ini.
"Hyung... tenanglah. Kau belum dengar penjelasan dari Kibum bukan? Tak seharusnya hyung berprasangka sejauh ini tanpa mendengar kejelasan pasti dari Kibum." Ucap Minho semakin pelan melihat ke arah pintu kamar. Aku pun menoleh kearah tersebut dan melihat dua namja sedang berdiri di ambang pintu kamar ini. Jonghyun dan Kibum.
"Jinki hyung~ Sepertinya ada salah paham yang terjadi disini." ujar Kibum.
"Maksutmu?"
"Aku dan Yoona. Itu hanya ulah iseng ku saja seperti halnya saat aku foto bersama Sulli. Siapa sangka kalau banyak yang salah persepsi soal selfca itu."
"Kalau Nicole? Apa kau harus berbohong padaku hanya untuk menemuinya? Ada apa diantara kalian?"
"Di...dia..." Kibum menunduk kebingungan membuatku semakin yaki kalau dia ada main dengan Nicole dibelakangku.
++End of Jinki POV++
++Kibum POV++
"Kalau Nicole? Apa kau harus berbohong padaku hanya untuk menemuinya? Ada apa diantara kalian?" Jinki memburuku dengan pertanyaan-pertanyaan yang membuatku tersudut.
"Di...dia..." Aku bingung. Haruskah aku jelaskan segalanya pada Jinki?
"Kibum ah, jelaskan saja apa adanya pada Jinki hyung sebelum masalah ini semakin besar dan membuat Taeminku terbangun." Minho berkata pelan.
"Aku setuju dengan Minho. Katakan saja apa yang kau katakan padaku di jalan tadi pada Jinki hyung agar masalah ini segera selesai dan kita semua bisa segera tidur dengan nyenyak seperti biasanya. Kemudian bangun pagi dan makan sarapan buatanmu dengan riang seperti bia..." 'Brugh' kata-kata Jonghyun hyung terpotong dengan lemparan bantal dari Minho yang tepat mengenai wajahnya.
"Pst... kau diam saja hyung. Kibum ah, katakanlah!"
"Aku dan dia hanya pergi bersama lalu..." aku tak bisa lagi meneruskan kata-kataku... aku tak sanggup.
"Lalu apa?" Jinki hyung berkata sedikit memelas. Sepertinya ia sudah tak kuasa menahan rasa cemburu yang membakar hatinya.
"Aku ingin menjelaskan semuanya, meluruskan persoalan ini, tapi aku tak bisa." Jinki hyung berdiri kemudian berjalan kearahku.
"Kalau memang tak bisa, tak usah bicarakan lagi perihal itu." Aku tersenyum karna kurasa Jinki dapat mengerti pola pikirku. Ada hal yang tak bisa kita utarakan sekarang. "Tapi, dengan begitu kita usai." Jinki melewatiku. Ia keluar dari kamar kemudian merebahkan dirinya di sofa yang terletak di ruang tengah dan memejamkan matanya. Dia lebih memilih tidur di luar dari pada tidur di satu kamar denganku. Aku shock. Benarkah ini semua harus berakhir?
"Nggh.. hyung... kau sudah pulang? Mana Jinki hyung?" Taemin terbangun dari lelapnya dan menyapaku. Aku hanya tersenyum kecut sementara Minho dengan sigap mendekatinya.
"Jinki hyung sedang ke toilet sebentar. Kau lanjutkan saja tidurmu." Minho mengacak rambut Taemin.
"Aku tak bisa hyung."
"Waeyo?"
"Aku takut, aku mimpi buruk barusan."
"Hoh,,.. begitukah? Kalau begitu biar kutemani disini. Tidurlah." Minho merebahkan Taemin kemudian berbaring disisinya. Pemandangan yang sungguh membuatku iri.
'Bugh' Jonghyun menepuk pundakku.
"Kibum ah, kau seharusnya juga cepat tidur. Sudah larut. Besok dibicarakan lagi." Jonghyun beranjak menaiki ranjangnya dan segera membenamkan wajahnya ke bantal empuknya. Begitu juga denganku, merebahkan tubuh dan coba tuk pejamkan mataku
++End of Kibum POV++
------------------------------------------------------------------------------------
++Taemin POV++
Pagi yang cerah. Semalam tidurku terasa begitu nyenyak dan damai karna Minho hyung ada disisiku.
'Huaem.' Aku menguap lebar-lebar di meja makan.
"Taemin ah... jaga sikapmu di meja makan." Minho hyung menegurku. Entah kenapa aku tersipu malu. Kenapa? Ah, tapi ada yang aneh. Biasanya yang paling cerewet soal beginian Kibum hyung, tapi dia saat ini justru sibuk sendiri mempersiapkan sarapan dengan tampang lesu tanpa mempedulikanku.
"Sarapan! It's Time to breakfast baby~ Wah.. Fried chicken!!!" Jonghyun hyung datang dengan penuh semangat seperti biasanya. Kami semua sudah siap di meja makan. Tinggal menunggu Jinki hyung.Dimana hyung? Padahal Kibum hyung hari ini membuat makanan kesukaannya. Aku pun beranjal dari meja makan untuk mencari hyungku satu itu. Tapi gerakanku terhenti. Minho hyung memegang lenganku dan membuat wajahku seperti ikan rebus lagi. Merah.
"Mau kemana kau?"
"A.. aku mau cari Jinki hyung. Kita tak bisa makan tanpa dia kan?"
"Sudah biar saja." Jonghyun hyung tiba-tiba berkata dengan ekspresi cuek sambil mulai memakan bagiannya.
"Ta..tapi hari ini Kibum hyung buat ayam goreng kesukaannya."
"Sudahlah Taemin ah... duduklah yang manis dan makan dengan baik. Nanti kalau lapar pasti keluar juga." Aku menatap Kibum hyung dan dia hanya menunduk lesu. Semakin lesu setiap nama Jinki hyung keluar dari bibirku. Aku pun mengangguk dan kembali duduk menikmati sarapan yang seharusnya dapat membuat Jinki hyung bangkit hanya dengan mencium aromanya saja.
++End of Temin POV++
++Jonghyun POV++
Selesai makan aku pergi ke kamar menengok keadaan hyungku yang menyedihkan.
"Hyung! Kau gak lapar?"
"Ani..."
"Lalu kenapa kau terus memegangi perutmu sedaritadi huh?"
"Ani..." Dia nampak gugup dan melepaskan tangannya yang sedari tadi memegangi perutnya.
"Kekeke~" Aku tertawa terkekeh."Hyung... lebih baik kau segera sarapan sebelum manager menjemput kita. Setelah ini kita ada acara rekaman untuk acara TV bukan? Oh iya. Lebih baik kau segera berbaikan dengan Kibum sebelum dia kuambil. Kekeke~" Aku meninggalkan Jinki hyung dengan tawa puas karna telah berhasil membuat bibirnya manyun sesaat kemudian meneriakkan sumpah serapah untukku.
++End of Jonghyun POV++
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
++Author POV++
~JS TV~
Selama acara Kibum tak bisa mengalihkan pandangannya dari Jinki, orang yang dikasihinya. Jinki yang terus menerus tersenyum manis untuk para penggemarnya. Untuk para SHINee World.
'Jinki ah... haruskah segalanya berakhir seperti ini? Ani. Haruskan aku bicarakan segalanya padamu?' Batinnya.
------------------------------------------------------------------------------------
Seusai acara di JS TV SHINee langsung kembali ke apartemennya dan melepaskan segala rasa penat mereka.
"Jinki ah..." Kibum mendekati Jinki yang sedang mencari-cari sesuatu yang bisa dimakannya dari dalam kulkas. "Kau lapar?" Jinki tak menjawab. "Mau kubuatkan sesuatu untuk dimakan?" Bagaikan angin lalu, Jinki tak mempedulikan keberadaanku. Setelah ia menemukan beberaa camilan di lemari dapur ia pergi meninggalkanku. Tentu saja aku tak bisa biarkan itu terjadi. Aku sengaja membuatnya terjatuh dan memperhatikanku.
'Bruak!'
"Kau!" Jinki sepertinya nampak marah.
"Dengarkan aku bicara Jinki ah..."
"Tak ada yang perlu dibicarakan."
"Ada!"
"Oh iya? Kalau begitu aku tak ingin mendengarkannya."
"Jinki ah! Apa itu tindakan leader grup SHINee? Jangan bersikap kekanak-kanakan seperti ini. Duduk dan dengarkan aku!" Saat ini aku sudah tak bisa mengendalikan egoku lagi. Aku bertingkah semauku dan membuat keadaan justru menjadi semakin terasa aneh. Bukankah harusnya aku saat ini mengemis dan memelas minta maaf?
++End of Kibum POV++
++Jinki POV++
"Hyung! Apa itu tindakan leader grup SHINee? Jangan bersikap kekanak-kanakan seperti ini. Duduk dan dengarkan aku!" Kibum membentakku dengan tegas. Memuakkan. Tapi entah kenapa aku menuruti kata-katanya itu dan duduk dengan manis di kursi meja makan. Namun tetap saja aku benci jika harus mendengarkan cerita tentang Nicole ataupun Yoona keluar dari bibir manis Kibum. "Jinki ah... Mianh." Suara Kibum kembali melunak. Ia duduk di kursi sebelahku dan meletakkan lengannya pundakku. Tapi aku menyingkirkan lengannya.
"Katakanlah." Aku pun jadi ikut melunak.
"Aku kemarin menolak ajakanmu karna memang ada janji dengan Nicole." Jleb! Rasanya perih sekali jika harus mendengar langsung darinya seperti ini. Aku belum siap. Aku belum siap jika harus benar-benar kehilangan Kibum. "Mianhae karna telah berbohong. Kau mau memaafkanku kan?" Aku tak menjawab dan hanya menggelengkn kepala berat. Sulit bagiku untuk memaafkan orang yang ada dihadapanku saat ini setelah terang-terangan ia bicara padaku bahwa ia telah mengkhianatiku. "Tapi... aku punya alasan untuk itu."
"Mwo? Aku sudah tak menarik lagi? Atau karna aku ini seorang namja?" Air mataku jatuh perlahan. Sejak awal... Ini semua memang tak mungkin. Cinta yang selama ini terus hidup di hatiku hanyalah sebuah cinta terlarang yang sehrusnya tak boleh ada. Tapi aku tetap mempertahankannya karna aku bersyukur orang yang kucintai itu Kibum.
"Aniyo... mana mungkin begitu? Kau harusnya sadar bahwa aku benar-benar mencintaimu bukan? Tak peduli apa pun itu. Hanya saja..."
"Hanya saja apa?"
"Aku,, Yah! Tapi kau janji tak boleh menertawakanku ya!" Aku mengangguk pelan. "Aku… aku hanya minta Nicole menemaniku pergi ke tempat Eunhyuk hyung karma aku malu jika harus datang seorang diri."
"Eunhyuk? Super Junior?"
"Ne. Kalau kau tak percaya kau bisa konfirmasi langsung padanya."
"Ani.. aku percaya padamu. Tapi waeyo? Kau ada perlu apa dengannya hingga malu untuk datang sendiri?"
"Aku ingin dapat beberapa tips darinya."
"Tips? Tips dance?"
"Aniyo... aku belum selesai bicara hyug. Kalau itu saja sih aku bisa tanya sepuasnya ke Taemin. Aku hanya penasaran ingin tahu bagaimana bisa dia langgeng dengan Donghae hyung dan tak terpisah seperti pasangan-pasangan lainnya yang sedang ada masalah dengan SM. Misalnya aja Heechul hyung dan Hankyung hyung, Yunho hyung dan Jaejoong hyung."
"Oooh." Bibirku membentuk bulatan sempurna. Aku tersipu malu. Tak kusangka ia begitu memperhatikanku dan begitu ingin mempertahankan hubungan kita." "Tapi, kenapa begini saja kau sulit menjelaskannya padaku?"
"Errr.. karna aku tak berhasil mendapatkan satu tips pun darinya. Disana kita justru mengadakan dance battle. Kau tahu sendirikan Eunhyuk hyung itu orangnya bagaimana. Dia suka mengajak orang lain bertanding, dan aku termasuk tipe orang yang tak suka kalah." Kibum mulai berbicara dengan nada manja yang membuatku semakin gemas padanya. Aku terhanyut. Aku rasa aku memang tak bisa berpisah dengannya. Senyumnya, marahnya, candanya, sudah terlalu melekat di pikiranku.
"Hyug.. Kau masih marah padaku?" Dia bertanya dengan tatapan yang... aish.. entah mengapa begitu meggodaku.
"Ani... aniyo. Aku...Ah... err.. ehm..." Aku tak bisa menguasai diriku. Aku begitu mencintainya hingga tak sanggup mengeluarkan sepatah kata apapun. Kulihat Kibum tersenyum nakal padaku. Dia menghampiriku dan bergelayut di lenganku.
"Hyung... Ayo kita main keluar. Aku ingin bersama hyung saja malam ini." Aigo... ttapan matanya makin menggodaku dan aku pun mengangguk pelan.
Cinta adalah sesuatu yang indah bagiku. Aku mencintaimu, dan kata-kata manjamu. Aku senang dan merasa nyaman meski hanya bisa mendengar suaramu saja. Nada merdu yang menyelinap masik di telingaku dan tinggal di setiap syaraf otakku. Indah...
++End of Jinki POV++
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
++Author POV++
Dengan langkah segan Taemin berjalan menuju ke ruang tengah dimana kedua hyungnya, Jonghyun dan Minho sedang asik nonton acara televisi.
"Hyung..." Dengan malu-malu Taemin duduk diantara Jonghyun dan Minho."Mana Jinki hyung dan Kibum hyung?"
"Mereka sedang keluar dan tak bisa diganggu." Jawab Minho sambil mengelus rambut Taemin.
"Waeyo?"
"Karna mereka sedang honeymoon untuk kesekian kalinya."
"Hanimun? Apa itu hyung! Aku nggak ngerti. Bahasa Inggrisku kan payah."
"Kekekeke~ Mau kuajari?" Goda Jonghyun. Taemin mengangguk cepat. Melihat ada sinyal buruk dari Jonghyun, Minho pun bergegas berdiri sigap.
"Biar aku saja yang ajari" kata Minho sembari membopong tubuh Taemin menuju kamar.
'Brak' Pintu kamar ditutup. Kini hanya suara televisi yang menemani Jonghyun di ruang tengah apartemen SHINee.
"Sepertinya malam ini aku harus rela tidur kedinginan disini deh. Ah... Kenapa cuma aku yang tak punya pasangan di malam yang sedingin ini?" Jonghyun mulai berbicara sendiri mendramatisir keadaan. "Baby~ Shawol~ Juliette~ Sudikah kiranya kalian berbagi kehangatan denganku malam ini?" Jonghyun merebahkan dirinya ke sofa dan bersiul-siul hingga terlelap ke alam mimpi.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Beberapa hari setelah itu, Untuk menenangkan hati kekasihnya Kibum update me2day. Kali ini bukan bersama yeoja, namun bersama namja. Namja yang teramat ia Cintai. Lee Jinki
"Lalu apa?" Jinki hyung berkata sedikit memelas. Sepertinya ia sudah tak kuasa menahan rasa cemburu yang membakar hatinya.
"Aku ingin menjelaskan semuanya, meluruskan persoalan ini, tapi aku tak bisa." Jinki hyung berdiri kemudian berjalan kearahku.
"Kalau memang tak bisa, tak usah bicarakan lagi perihal itu." Aku tersenyum karna kurasa Jinki dapat mengerti pola pikirku. Ada hal yang tak bisa kita utarakan sekarang. "Tapi, dengan begitu kita usai." Jinki melewatiku. Ia keluar dari kamar kemudian merebahkan dirinya di sofa yang terletak di ruang tengah dan memejamkan matanya. Dia lebih memilih tidur di luar dari pada tidur di satu kamar denganku. Aku shock. Benarkah ini semua harus berakhir?
"Nggh.. hyung... kau sudah pulang? Mana Jinki hyung?" Taemin terbangun dari lelapnya dan menyapaku. Aku hanya tersenyum kecut sementara Minho dengan sigap mendekatinya.
"Jinki hyung sedang ke toilet sebentar. Kau lanjutkan saja tidurmu." Minho mengacak rambut Taemin.
"Aku tak bisa hyung."
"Waeyo?"
"Aku takut, aku mimpi buruk barusan."
"Hoh,,.. begitukah? Kalau begitu biar kutemani disini. Tidurlah." Minho merebahkan Taemin kemudian berbaring disisinya. Pemandangan yang sungguh membuatku iri.
'Bugh' Jonghyun menepuk pundakku.
"Kibum ah, kau seharusnya juga cepat tidur. Sudah larut. Besok dibicarakan lagi." Jonghyun beranjak menaiki ranjangnya dan segera membenamkan wajahnya ke bantal empuknya. Begitu juga denganku, merebahkan tubuh dan coba tuk pejamkan mataku
++End of Kibum POV++
------------------------------------------------------------------------------------
++Taemin POV++
Pagi yang cerah. Semalam tidurku terasa begitu nyenyak dan damai karna Minho hyung ada disisiku.
'Huaem.' Aku menguap lebar-lebar di meja makan.
"Taemin ah... jaga sikapmu di meja makan." Minho hyung menegurku. Entah kenapa aku tersipu malu. Kenapa? Ah, tapi ada yang aneh. Biasanya yang paling cerewet soal beginian Kibum hyung, tapi dia saat ini justru sibuk sendiri mempersiapkan sarapan dengan tampang lesu tanpa mempedulikanku.
"Sarapan! It's Time to breakfast baby~ Wah.. Fried chicken!!!" Jonghyun hyung datang dengan penuh semangat seperti biasanya. Kami semua sudah siap di meja makan. Tinggal menunggu Jinki hyung.Dimana hyung? Padahal Kibum hyung hari ini membuat makanan kesukaannya. Aku pun beranjal dari meja makan untuk mencari hyungku satu itu. Tapi gerakanku terhenti. Minho hyung memegang lenganku dan membuat wajahku seperti ikan rebus lagi. Merah.
"Mau kemana kau?"
"A.. aku mau cari Jinki hyung. Kita tak bisa makan tanpa dia kan?"
"Sudah biar saja." Jonghyun hyung tiba-tiba berkata dengan ekspresi cuek sambil mulai memakan bagiannya.
"Ta..tapi hari ini Kibum hyung buat ayam goreng kesukaannya."
"Sudahlah Taemin ah... duduklah yang manis dan makan dengan baik. Nanti kalau lapar pasti keluar juga." Aku menatap Kibum hyung dan dia hanya menunduk lesu. Semakin lesu setiap nama Jinki hyung keluar dari bibirku. Aku pun mengangguk dan kembali duduk menikmati sarapan yang seharusnya dapat membuat Jinki hyung bangkit hanya dengan mencium aromanya saja.
++End of Temin POV++
++Jonghyun POV++
Selesai makan aku pergi ke kamar menengok keadaan hyungku yang menyedihkan.
"Hyung! Kau gak lapar?"
"Ani..."
"Lalu kenapa kau terus memegangi perutmu sedaritadi huh?"
"Ani..." Dia nampak gugup dan melepaskan tangannya yang sedari tadi memegangi perutnya.
"Kekeke~" Aku tertawa terkekeh."Hyung... lebih baik kau segera sarapan sebelum manager menjemput kita. Setelah ini kita ada acara rekaman untuk acara TV bukan? Oh iya. Lebih baik kau segera berbaikan dengan Kibum sebelum dia kuambil. Kekeke~" Aku meninggalkan Jinki hyung dengan tawa puas karna telah berhasil membuat bibirnya manyun sesaat kemudian meneriakkan sumpah serapah untukku.
++End of Jonghyun POV++
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
++Author POV++
~JS TV~
Selama acara Kibum tak bisa mengalihkan pandangannya dari Jinki, orang yang dikasihinya. Jinki yang terus menerus tersenyum manis untuk para penggemarnya. Untuk para SHINee World.
'Jinki ah... haruskah segalanya berakhir seperti ini? Ani. Haruskan aku bicarakan segalanya padamu?' Batinnya.
------------------------------------------------------------------------------------
Seusai acara di JS TV SHINee langsung kembali ke apartemennya dan melepaskan segala rasa penat mereka.
"Jinki ah..." Kibum mendekati Jinki yang sedang mencari-cari sesuatu yang bisa dimakannya dari dalam kulkas. "Kau lapar?" Jinki tak menjawab. "Mau kubuatkan sesuatu untuk dimakan?" Bagaikan angin lalu, Jinki tak mempedulikan keberadaanku. Setelah ia menemukan beberaa camilan di lemari dapur ia pergi meninggalkanku. Tentu saja aku tak bisa biarkan itu terjadi. Aku sengaja membuatnya terjatuh dan memperhatikanku.
'Bruak!'
"Kau!" Jinki sepertinya nampak marah.
"Dengarkan aku bicara Jinki ah..."
"Tak ada yang perlu dibicarakan."
"Ada!"
"Oh iya? Kalau begitu aku tak ingin mendengarkannya."
"Jinki ah! Apa itu tindakan leader grup SHINee? Jangan bersikap kekanak-kanakan seperti ini. Duduk dan dengarkan aku!" Saat ini aku sudah tak bisa mengendalikan egoku lagi. Aku bertingkah semauku dan membuat keadaan justru menjadi semakin terasa aneh. Bukankah harusnya aku saat ini mengemis dan memelas minta maaf?
++End of Kibum POV++
++Jinki POV++
"Hyung! Apa itu tindakan leader grup SHINee? Jangan bersikap kekanak-kanakan seperti ini. Duduk dan dengarkan aku!" Kibum membentakku dengan tegas. Memuakkan. Tapi entah kenapa aku menuruti kata-katanya itu dan duduk dengan manis di kursi meja makan. Namun tetap saja aku benci jika harus mendengarkan cerita tentang Nicole ataupun Yoona keluar dari bibir manis Kibum. "Jinki ah... Mianh." Suara Kibum kembali melunak. Ia duduk di kursi sebelahku dan meletakkan lengannya pundakku. Tapi aku menyingkirkan lengannya.
"Katakanlah." Aku pun jadi ikut melunak.
"Aku kemarin menolak ajakanmu karna memang ada janji dengan Nicole." Jleb! Rasanya perih sekali jika harus mendengar langsung darinya seperti ini. Aku belum siap. Aku belum siap jika harus benar-benar kehilangan Kibum. "Mianhae karna telah berbohong. Kau mau memaafkanku kan?" Aku tak menjawab dan hanya menggelengkn kepala berat. Sulit bagiku untuk memaafkan orang yang ada dihadapanku saat ini setelah terang-terangan ia bicara padaku bahwa ia telah mengkhianatiku. "Tapi... aku punya alasan untuk itu."
"Mwo? Aku sudah tak menarik lagi? Atau karna aku ini seorang namja?" Air mataku jatuh perlahan. Sejak awal... Ini semua memang tak mungkin. Cinta yang selama ini terus hidup di hatiku hanyalah sebuah cinta terlarang yang sehrusnya tak boleh ada. Tapi aku tetap mempertahankannya karna aku bersyukur orang yang kucintai itu Kibum.
"Aniyo... mana mungkin begitu? Kau harusnya sadar bahwa aku benar-benar mencintaimu bukan? Tak peduli apa pun itu. Hanya saja..."
"Hanya saja apa?"
"Aku,, Yah! Tapi kau janji tak boleh menertawakanku ya!" Aku mengangguk pelan. "Aku… aku hanya minta Nicole menemaniku pergi ke tempat Eunhyuk hyung karma aku malu jika harus datang seorang diri."
"Eunhyuk? Super Junior?"
"Ne. Kalau kau tak percaya kau bisa konfirmasi langsung padanya."
"Ani.. aku percaya padamu. Tapi waeyo? Kau ada perlu apa dengannya hingga malu untuk datang sendiri?"
"Aku ingin dapat beberapa tips darinya."
"Tips? Tips dance?"
"Aniyo... aku belum selesai bicara hyug. Kalau itu saja sih aku bisa tanya sepuasnya ke Taemin. Aku hanya penasaran ingin tahu bagaimana bisa dia langgeng dengan Donghae hyung dan tak terpisah seperti pasangan-pasangan lainnya yang sedang ada masalah dengan SM. Misalnya aja Heechul hyung dan Hankyung hyung, Yunho hyung dan Jaejoong hyung."
"Oooh." Bibirku membentuk bulatan sempurna. Aku tersipu malu. Tak kusangka ia begitu memperhatikanku dan begitu ingin mempertahankan hubungan kita." "Tapi, kenapa begini saja kau sulit menjelaskannya padaku?"
"Errr.. karna aku tak berhasil mendapatkan satu tips pun darinya. Disana kita justru mengadakan dance battle. Kau tahu sendirikan Eunhyuk hyung itu orangnya bagaimana. Dia suka mengajak orang lain bertanding, dan aku termasuk tipe orang yang tak suka kalah." Kibum mulai berbicara dengan nada manja yang membuatku semakin gemas padanya. Aku terhanyut. Aku rasa aku memang tak bisa berpisah dengannya. Senyumnya, marahnya, candanya, sudah terlalu melekat di pikiranku.
"Hyug.. Kau masih marah padaku?" Dia bertanya dengan tatapan yang... aish.. entah mengapa begitu meggodaku.
"Ani... aniyo. Aku...Ah... err.. ehm..." Aku tak bisa menguasai diriku. Aku begitu mencintainya hingga tak sanggup mengeluarkan sepatah kata apapun. Kulihat Kibum tersenyum nakal padaku. Dia menghampiriku dan bergelayut di lenganku.
"Hyung... Ayo kita main keluar. Aku ingin bersama hyung saja malam ini." Aigo... ttapan matanya makin menggodaku dan aku pun mengangguk pelan.
Cinta adalah sesuatu yang indah bagiku. Aku mencintaimu, dan kata-kata manjamu. Aku senang dan merasa nyaman meski hanya bisa mendengar suaramu saja. Nada merdu yang menyelinap masik di telingaku dan tinggal di setiap syaraf otakku. Indah...
++End of Jinki POV++
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
++Author POV++
Dengan langkah segan Taemin berjalan menuju ke ruang tengah dimana kedua hyungnya, Jonghyun dan Minho sedang asik nonton acara televisi.
"Hyung..." Dengan malu-malu Taemin duduk diantara Jonghyun dan Minho."Mana Jinki hyung dan Kibum hyung?"
"Mereka sedang keluar dan tak bisa diganggu." Jawab Minho sambil mengelus rambut Taemin.
"Waeyo?"
"Karna mereka sedang honeymoon untuk kesekian kalinya."
"Hanimun? Apa itu hyung! Aku nggak ngerti. Bahasa Inggrisku kan payah."
"Kekekeke~ Mau kuajari?" Goda Jonghyun. Taemin mengangguk cepat. Melihat ada sinyal buruk dari Jonghyun, Minho pun bergegas berdiri sigap.
"Biar aku saja yang ajari" kata Minho sembari membopong tubuh Taemin menuju kamar.
'Brak' Pintu kamar ditutup. Kini hanya suara televisi yang menemani Jonghyun di ruang tengah apartemen SHINee.
"Sepertinya malam ini aku harus rela tidur kedinginan disini deh. Ah... Kenapa cuma aku yang tak punya pasangan di malam yang sedingin ini?" Jonghyun mulai berbicara sendiri mendramatisir keadaan. "Baby~ Shawol~ Juliette~ Sudikah kiranya kalian berbagi kehangatan denganku malam ini?" Jonghyun merebahkan dirinya ke sofa dan bersiul-siul hingga terlelap ke alam mimpi.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Beberapa hari setelah itu, Untuk menenangkan hati kekasihnya Kibum update me2day. Kali ini bukan bersama yeoja, namun bersama namja. Namja yang teramat ia Cintai. Lee Jinki
-END-






0 komentar:
Posting Komentar