[FF/Yaoi/Miss U/One Shot]

Annyeong, kemarin ada beberapa temen author yang request FF yunjae. Entah itu siapa aja.. mianh aku lupa. Ku pikir2 mungkin emang ngbosenin ya aku bikin 2min ato onkey mulu =.=;; Mianh... hoho.. Mianh lagi kalo yunjaenya g gtu bagus. Dibuat dalam waktu singkat dan tanpa editing. bener2 ga berbakat dalam yunjar =.=;; tapi semoga kalian bisa menikmatinya *emang makanan?*
At least, hace a nice read and don't forget to leave me some comments ^^

Title : MISS U
Author : Lian1412
Length : Oneshot
Cast : DBSK
 Pairing : YunJae

++Jaejoong POV++


Apa yang kau pikirkan sekarang? Setelah kita terpisah jauh, setelah kita tak mungkin bersama lagi. Kenapa saat itu kau hanya diam dan menuruti segala kata-kata mereka? Padahal kau yang paling tahu betapa kejamnya mereka. Kenapa waktu itu kau tak ikut saja denganku? Aku yang menyayangimu.
“Hyung. Boleh aku masuk?” dengan hati-hati Yoochun menegurku yang tengah asik memainkan laptopku di kamar.
“Ne. masuklah.” Yoochun pun memasuki ruang kamarku dan duduk tepat disisiku.
“Hyung, apa yang kita lakukan ini benar?”

[FF/Yaoi/Punishment/One Shot]

Annyeong, setelah sebulan lebih vakum dari dunia per-ff-an *apadah* karena sibuk ngurus kuliah yg menyebalkan saya kembali dengan FF Yaoi SHINee. Entah pairingnya siapa ga jelas berhubung saya bikinny jg pas lagi agak gila karena masalah.FF ini sekalian menuhin requestnya Jingga Matahari 태민 hehe... And, Special thx buat temen satu kosku yg uda bae ngasih inspirasi k aku...
At least, hace a nice read and don't forget to leave me some comments ^^

Title : Punishment

Author : Lian1412

Length : Oneshot

Cast : SHINee & Manajer

“Hyung, aku penasaran.”

“Hm?” Minho hyung hanya ber ‘hm’ tanpa memandangku. Dia terlalu sibuk dengan buku-buku tebal yang ada disekitarnya. Kuliah dan segala tugas-tugasnya telah menyita banyak waktunya yang biasa ia luangkan untukku.
“Hyung, kapan waktu liburnya?”
“Sudah kuduga kau pasti akan Tanya hal seperti itu lagi.” Kali ini Minho hyung memutar posisi duduknya menghadap ranjangnya dimana aku sedang duduk memainkan selimut tebalnya. Dia bangkit dari posisi duduknya dan beranjak duduk disebelahku. Dengan lengannya yang kuat tapi lembut itu, dia merengkuh pundakku kemudian mengacak-acak rambutku. Sesaat kemudian ia membenturkan perlahan dahinya pada dahiku. “Bersabarlah sebentar lagi.” Katanya dengan suara beratnya itu. Aku bias merasakan hembusan nafas hangatnya yang menerpa wajahku membuat sesuatu yang ada di dalam tubuhku bergejolak. Rasanya seperti meloncat-loncat di udara. Aku berharap dia menciumku saat ini juga. Baru sekejap aku merasakan kebahagiaan cinta darinya ia mengecup keningku sekilas kemudian kembali menuju laptop yang terletak di meja belajarnya lagi. Aku menghela nafas berat tak trima. Posisiku kini tersaingi oleh sebuah benda mati yang bernama laptop itu. Aku turun dari ranjangnya dan membanting bantal yang ada kea rah lantai dan membuat kamar orang yang kukasihi itu semakin terlihat berantakan. Aku mulai melangkahkan kakiku menuju arah pintu. Aku sedikit kecewa. Meski aku keluar dari ruangan itu hyung tetap tak mempedulikanku. Padahal biasanya ia pasti akan bertanya akan kemana aku pergi.