[FF One Shot/Sraight] Never Ending Story~

Annyeong readers... Kali ini Lian hadir lagi dengan FF yg lagi-lagi Lian dapet idenya dari berbagi pikiran ama temen Lian yang biasa ngasih inspirasi buat Lian. So, special thx buat Wahzoe tembem yg udah ngasih inspirasi buat aku bikin FF ini (sekarang namanya bukan lagi Changmin gara2 kata temen2 dia jadi temebem n gak mirip CHangmin lagi :D) . Karena ada dia, ide2 bermunculan di otakku, namun sayangnya saking banyaknya gak ada yg jadi sama sekali deh -_-;; He he...Tapi kali ini dia minta dengan keras buat dibikinin straight. Makanya ceritanya Lian bikin sangat simpel aja. Semoga hasilnya gak begitu mengecewakan. Met baca n jangan lupa comment, kritik, dan sarannya. Sekalian aja di like kalo suka^^


Title : Never Ending Story~
Author : Lian 1412
Main cast :

- Choi Minho


- Other member SHINee


Support Cast :

- Chibi Nnovyrin as Shim Iseul

- Lian 리안 ThreeMin as Lee Sora

- Revie KyuhyunTaeyeon CassiexpressonElf as Park Hyun ae

- Nancy CassieBigeast as park Hyun ah


~All Minho POV~

Januari 2010

"Pengen cepet punya pacar!" Itulah jawabanku saat seorang wartawan majalah menanyakan targetku tahun ini. Semua orang yang mendengar jawabanku sontak menertawakan jawabanku itu. Bahkan, anggota SHINee yang lainnya pun juga menertawakan jawabanku tersebut. Tak lama kemudian, banyak blog dan website yang membahas jawabanku tersebut. Sebagian dari mereka berkomentar bahwa aku ini terlalu terburu-buru sementara para hyungku santai saja mengenai hal tersebut. Sebagian lagi berkomentar bahwa aku ini sudah punya Lee Taemin, maknae di grup kami yang memang manis seperti seorang yeoja, jadi aku tak perlu repot-repot cari pasangan lagi. Sebenarnya aku juga tak suka terburu-buru seperti ini, apa lagi aku masih belum lulus dari SMU, tapi kesalahpahaman para fans mengenai hubunganku dengan Taemin itulah yang membuatku terpaksa untuk melakukan hal ini. Aku memang terlalu dekat dengan namja manis yang bernama Taemin itu karena ia biasa bergantung padaku dan aku biasa menjaganya. Kesalahpahaman yang terus berlanjut itu membuatku merasa risih hingga membuatku merasa ingin berteriak ke seluruh penjuru dunia untuk memberitahu mereka semua bahwa aku ini normal. Aku bukanlah seorang homo!

"Minho yah! Ottoke? Sudah punya pacar?" Jonghyun coba menggodaku yang sedari tadi terdiam sembari menonton acara Tv di ruang tengah.

"Aniyo... Nihil hyung."

"Mwo? Bagaimana bisa? Bukankah kau ini adalah namja yang penuh kharisma? Pasti banyak yeoja yang jatuh hati padamu bukan? Tinggal pilih saja apa repotnya?"

"Ne. Tapi mereka tak ada yang mampu menarik perhatianku."

"Yah! Jangan bohong! Bukankah beberapa hari yang lalu kau bilang padaku ada empat yeoja yang menarik perhatianmu?" Entah kenapa tiba-tiba saja Jinki hyung ikut masuk dalam pembicaraan kami dan membeberkan rahasiaku. Apa kisah cintaku sebegitu menariknya untuk dibahas?

"Mwo? Empat yeoja? Kau tak pernah cerita padaku Minho yah!" Kurasa penyakit ikut campur Kibum mulai kambuh.

"Yah! Tak ada hubungannya dengan kalian bukan?" Aku mulai merasa muak dengan pembicaraan membosankan ini dan mulai memasang nada tinggi.

"Sst... Taemin sudah tidur! Jangan buat dia terbangun dengan suaramu yang keras itu." Kibum nampak kesal, namun aku cuek saja dengan peringatannya itu. Aku berdiri dan segera beranjak menuju kamar. Sebelum aku sempat memasuki kamar, Jinki hyung berkata padaku.

"Segeralah pilih satu diantara mereka sebelum mereka berubah pikiran dan pergi meninggalkanmu."

"Ne. Nanti saja setelah kelulusan." Aku menutup pintu kamar dan segera pergi tidur.

Seperti yang dikatakan Jinki hyung, ada empat orang yeoja yang sangat dekat denganku. Mereka tak henti-hentinya mengirimkan sinyal cinta mereka melalui perhatian yang berlebih padaku. Aku suka mereka berempat hingga aku bingung jika harus memilih salah seorang dari mereka. Maka dari itu, aku memutuskan untuk tak mengambil sikap dan tetap jalan dengan mereka berempat sampai saat kelulusan tiba.

Yeoja yang pertama bernama Shim Iseul. Dia sekelas denganku dan selalu memperhatikanku. Ia sering membantuku yang lemah dalam beberapa pelajaran ini dan mengajakku belajar bersama. Terkadang ia juga sering meminta bantuanku tentang hal-hal sepele.

Yeoja yang kedua bernama Lee Sora adalah adik kelasku. Kami sering saling kirim pesan, chat, atau e-mail. Meski jarang bertemu, namun setiap saat ia selalu mengirimiku pesan-pesan yang penuh perhatian. Misalnya pesan yang menanyakan tentang kabar atau sedang apa diriku. Itu saja.

Yeoja yang ketiga dan keempat bernama Park Hyun Ae dan Park Hyun Ah. Mereka juga adik kelasku yang tak kalah cantiknya dengan yeoja-yeoja yang kusebutkan tadi. Hyun Ae dekat denganku karena kami sama-sama memiliki hobi olahraga dan berpetualang. Jadi, kami terbiasa bermain bersama. Aku merasa nyaman dengannya, dia asik diajak ngobrol. Sementara Hyun Ah berada dalam organisasi yang sama denganku di sekolah. Kami terbiasa saling bantu hal-hal mengenai organisasi tersebut dan kurasa, dia memang lebih sering konsultasi denganku dari pada teman-teman lainnya. Sebenarnya aku sama sekali tak menyadari perasaan mereka berdua hingga suatu saat teman dekat mereka bercerita tentang perasaan mereka padaku dan memohonku untuk menjadikan mereka pacarku. Aku menolak permintaan teman Hyun Ae dan teman Hyun Ah dengan alasan ingin fokus pada ujian. Lagi pula kalau benar-benar suka kenapa bukan orangnya langsung saja yang berbicara? Aku tak mau gegabah mengambil keputusan.

Mereka berempat yeoja yang manis, canti, dan cerdas. Ini benar-benar pilihan yang sulit untukku.

Februari 2010

Hari kelulusan semakin dekat. 10 Februari nanti pasti akan menjadi hari yang sangat mendebarkan bagiku. Pada saat itu, aku akan resmi lulus dari sekolah ini dan akan mulai menjalani kehidupanku ssebagai mahasiswa di Universitas Konkuk dan ambil jurusan film di departemen seni.

4 Februari... Malam yang dingin di apartemen SHINee. Seperti biasanya, Kibum yang suka mengurusi persoalan orang lain mulai mengintrogasiku yang sedang terduduk lesu di depan televisi bersama para anggota SHINee yang lainnya.

"Yah! Minho ah... hari kelulusan sudah dekat, kau sudah buat keputusan?"

"Keputusan apa?"aku berlagak tak mengerti maksutnya.

"Tentu saja soal keempat yeoja itu."

"Ne. Ottoke?" Jonghyun hyung ikut penasaran dan menanti jawaban dariku.

Aku menghela nafas berat. "Mungkin aku harus menuruti kata-kata para shawol untuk memilih Taemin." Aku berkata sambil merangkul pundak Taemin yang kebetulan duduk di sebelahku.

"MWO?" Mereka berdua tampak kaget padahal Jinki hyung tampak tenang-tenang saja mendengar jawabanku tadi. Sementara itu, Taemin hanya menatap kami dengan raut muka bingung karena tak mengerti arah pembicaraan kami.

"Wae?" Kibum dan Jonghyun hyung bertanya hampir bersamaan.

"Ne. Taemin memang seorang namja, tapi dia lebih cantik dan manis dari pada para yeoja itu. Taemin juga polos dan baik. pasangan yang tepat bukan?" Jawabku santai.

Kibum dan Jonghyun saling pandang. Mereka masih tercengang mendengar jawabanku. Mungkin saat ini mereka berpikir bahwa aku ini benar-benar seorang homo. Aish... aku sudah tak peduli lagi sekarang soal apa kata orang.

"Hyung... kamsahamnida atas pujiannya, tapi sebenarnya aku tak mengerti. Sedari tadi kalian bicara soal apa sih? Rasanya yang kalian bicarakan tak sesuai dengan kartun yang sedang kita tonton. Cobalah untuk fokus menonton acara televisi ini. Sponge Bob begitu lucu bukan?" Taemin berkata polos sembari menunjuk layar kaca televisi kami yang memang sedari tadi menampilkan tingkah-tingkah konyol Sponge Bob. Kami berempat, aku, Kibum, Jonghyun dan Jinki hyung saling pandang dan diam untuk beberapa saat kemudian tawa kami pecah. Kami tertawa terbahak-bahak bukan karena tingkah konyol Sponge Bob, melainkankarena kepolosan Taemin. Sementara Taemin semakin bingung dengan tingkah kami berempat.

"Ha ha ha... rasanya perutku sakit karena terlalu banyak tertawa. Aku kebelakang dulu ya." Aku beranjak meninggalkan mereka menuju kamar mandi sambil memegangi perutku yang sebenarnya tak sakit sama sekali. Sesampainya di depan pintu kamar mandi, aku hanya terdiam dan tertunduk lesu.

"Minho-shii... Kau kenapa ?" Jinki hyung sepertinya mengikutiku. "Kau tampak tersenyum dengan paksa sedari tadi. Wae?" tanyanya lagi.

"Hyung... seharusnya aku menuruti kata-kata hyung dulu."

"Kata-kataku? Yang mana?"

"Seharusnya aku segera memilih satu diantara empat yeoja itu. Sekarang seperti kaya hyung padaku dulu... mereka pergi meninggalkanku."

"Mwo? Pergi? Semuanya?"

"Ne. Iseul sengaja memilih universitas Kyunghee karena disana ada Changmin hyung, orang yang disukainya saat ini. Sora tak lagi mengirimiku pesan dan aku kesulitan menghubunginya. Seakan-akan ia sengaja pergi menghilang tanpa jejak. Sementara Hyun Ae dan Hyun Ah... Aish... mereka malah sudah jadian dan jalan dengan namja yang merupakan teman sekelasku sendiri. Hah..." Aku mendesah."Aku memang payah dan lamban soal Yeoja."

Jinki Hyung menepuk pundakku.

"Yah! santai saja Minho ah... Kau ini Flaming Charisma Minho. Kau pasti akan dapat menemukan yang lebih baik di Universitas nanti. Bahkan bisa jadi jodohmu itu ada di antara para SHINee World!"

"Ne. Tapi sebenarnya aku keberatan jika orang-orang menganggapku ada hubungan khusus dengan Taemin. Aku ini kan masih normal hyung!"

"Yah! Biarkan saja orang-orang berpendapat apa. Kau memang sayang padanya, 'kan?"

"Ne."

"Lihatlah aku. Aku baik-baik saja meski mereka sering menggosipkan hubunganku dengan Kibum. Anggap saja itu salah satu bentuk perhatian mereka pada kita. Pada dasarnya anggota SHINee memang saling menyanyangi bukan ?"

"Ne."Aku mengangguk setuju.

Aku merasa apa yang dikatakan Jinki hyung itu benar adanya. Kamimemang saling menyayangi satu sama lain sehingga banyak para fans yang salah paham karena hubungan kami. Yah, yeoja gampang dicari, apalagi untuk seorang Flaming Charisma sepertiku ini. Banyak Shawol yang menaruh perhatian besar padaku. Biarkan sajalah kisah TaeMinHo atau yang biasa disebut dengan 2Min (Taemin dan Minho) tetap seperti biasanya. Karena itu merupakan bukti keakrabanku dengan Taemin. Sebagai tanda persahabatan kami yang semoga saja akan tetap terjada dan menjadi kisah hidupku yang tak akan berakhir. A never ending story.....


-END-

[1st FF 2shots/Onkey] Annyeonghi Kyeshipshiyo {Part 2 END}

Annyeong para readers sekalian... Januari lalu ada kabar duka dari kEy oppa yang kehilangan neneknya . NAh, dari situlah lian bikin ff ini. Ini ff khusus buat kibum oppa Semoga bisa balik ceria seperti biasanya. Lian sendiri kaget bisa bikin ff dadakan secepet ini. garapnya aja baru mulai sore jam 5 n dah jadi jam hampir jam 9 malem. Itu pun lian kerjain sambil Lian tinggalin posting blog, fban, mandi, maem, n ngobrol ama Umma n appa . SO, kalo bnyak erornya mianh... Oh ia, disini lian tambahi kisah onkey sekalian. Yah,met baca. Seperti biasa, jaNgan lupa commentnya ya...

Title : Kibum... Stay Strong!
Author : Lian1412
-Main Cast : Onkey


-Support Cast : Other member SHINee



SEOUL, 21 Januari 2010. Hari ini SHINee diberi waktu untuk libur dari segala kesibukan yang menumpuk akhir-akhir ini. Namun sepertinya mereka lebih suka menikmati liburan mereka kali ini di dorm saja. Namun ada seorang anggota SHINee yang sedang dilanda kebingungan. Leader SHINee Lee Jinki, kini tengah berfikir keras mencari cara untuk bersenang-senang dalam liburan yang jarang sekali ada ini. Jinki bingung ingin menghabiskan waktunya dengan siapa. Dilihatnya Taemin dan Minho sedang asik bergelut dengan buku-buku pelajaran di ruang tengah. Sepertinya Minho sedang mengajari Taemin soal-soal pelajaran. Sebenarnya kalau soal pelajaran Jinki lebih unggul dari pada Minho, namun hari ini merupakan hari libur dan Jinki tak ingin memeras otaknya dengan setumpuk buku-buku itu. Dia ingin sesuatu yang menyegarkan. Sementara itu Jonghyun sudah sibuk sendiri dengan pianonya untuk membuat lagu-lagu baru dan Jinki paham jika Jonghyun sudah seperti itu, berarti sudah tidak dapat diganggu lagi. Yang tersisa tinggal Kibum anggota SHINee yang paling dekat dengannya. Namun saat menemuinya di dapur, Jinki terlihat begitu kecewa karena Kibum terlihat asik sendiri mencoba resep-resep baru yang ia dapat dari majalah. Jinki tak bisa turut serta dalam keasikan Kibum yang satu ini. Karena Jinki memang tak pandai dalam hal memasak. Dulu pernah ia coba belajar memasak untuk memberi kejutan di hari ulang tahun Kibum.Tapi hasilnya tak begitu baik, ia justru membuat dapur seperti kapal pecah dan masakan yang tak dapat dimakan oleh manusia karena rasanya yang tak karuan. Jadi sudah dapat dipastikan bahwa yang ia dapati bukanlah pujian dari Kibum melainkan omelan yang tak jua berhenti darinya.

Jinki melangkah gontai menuju kamar. Untuk beberapa saat ia hanya berbaring di tempat tidur namun kemudian bangkit dan menuju ke arah komputer yang ada di kamar tersebut. Iseng-iseng ia buka situs-situs yang memuat hal-hal tentang SHINee. Namun semangatnya justru makin surut saat ia baca kata demi kata yang tertulis disana. Dari yang ia baca, diketahui bahwa (emanknya rumus fisika ya?) Minho teramat populer dan seksi menurut para SHINee World. Aih, bagaimana bisa sang leader kalah populer dari anggotanya? Soal suara Jinki kalah dari Jonghyun, dance pun Jinki tak bisa melakukannya sebaik Taemin. Jinki pun merasa kurang percaya diri atas posisinya sebagai leader karena ia tak pandai bicara seperti kibum.

Kibum memasuki kamar sambil membawa secangkir susu hangat untuk Jinki.

"Hyung... Kubawakan susu nih." Kibum meletakkan susu tersebut di meja dekat Jinki. "Sepertinya kau sedang frustasi. Wae?"

"Ah, tidak apa-apa. Hanya saja, aku merasa tak yakin. Kenapa aku dijadikan seorang leader kalian? Apa hanya karena usiaku yang paling tua saja?"

"Kau dengar dari mana hyung? Perusahaan memilihmu bukan karena itu. Mereka pasti yakin bahwa kau mampu untuk itu!"

"Tapi, aku tak sepopuler Minho, suaraku tak sebagus Jonghyun, danceku tak sehebat Taemin, bahkan aku ini leader yang tak pandai berbicara sepertimu."
"Tapi kau pandai melucu kan hyung."

"Yah, sebatas lelucon garing bukan?"

"Hyung! Kenapa kau jadi begitu lemah seperti ini?"

"Yah. aku ini memang lembek makanya kalian menyebutku dubu kan?"

"Hyung! Cukup! Sampai kapan kau mau mengeluh terus hah? Kau ini habis baca tulisan apaan sih di situs itu? Yang penting kami mengakui, menyayangi, dan memilihmu sebagai seorang leader apa itu saja tak cukup? Kau ini juga punya banyak kelebihan hyung! Suaramu juga cukup bagus! Kau baik! Fansmu juga tak kalah banyaknya dari kami. Kau selalu bisa jadi penengah jika ada masalah. Kau begitu keren bagiku! Tak mengertikah kalau aku begitu menyukaimu!" Kibum spontan terdiam kaget. Kata-kaa terakhirnya itu merupakan perasaan yang selama ini dipendamnya. Jinki pun terlihat kaget mendengarnya. Namun ia tersenyum dan membelai lembut rambut Kibum.

"Maaf aku sedikit pesimis tadi. Sekarang sudah tak apa. Kamsahamnida sudah memberiku semangat." Jinki menghentikan belaiannya sambil tetap tersenyum lembut. Kibum menunduk menyembunnyikan wajahnya yang bersemu merah

Kriiing... telpon asrama SHINee berbunyi. Tanpa dikomando lagi Kibum langsung lari mengangkatnya. Jiwa keibuan sepertinya sudah melekat erat padanya.

"Yoboseyo."

"Kibum... ini umma nak."

"Ia umma, wae?"

"Pulanglah sekarang. Nenekmu..."

"Nenek kenapa umma?"

"Nenek..."

"Iya, nenek kenapa umma?"

"Sudah tiada nak."

Gagang telepon lolos dari genggaman Kibum. Jatuh begitu saja. Jinki yang sedari tadi memperhatikan Kibum langsung berlari mendekatinya.

"Kibum ah.. Wae? Nenekmu kenapa?"

Kibum menatap Jinki untuk beberapa saat Kemudian menangis meraung-raung di dada Jinki.

[1st 2shots FF/Chap 2] Cassiopeia 'I'm With You'

Annyeong... Akhirnya Chap 2 selesai juga... Mianh kalo hasilnya ga begitu memuaskan... akhir-akhir ini rada ga enak badan sih *Ngeles*. Tp lian pengen banget cepet nyelesein ni ff... Nancy unnie... Mianh banget kalo hasilnya ga sesuai harapan unnie.... N seperti Biasanya, Lian Harap commentnya ya^^ Kritik n saraN jga^^

Title : Cassiopeia ' I'm With You'
Author : Lian 1412
Main Cast :
- U-Know Yunho

- Nancy 'Hyunah' YunJae'ssiopeia' as Park Hyun Ah
Support Cast
- Chibi Nnovyrin as Lee Novyrin
- Lian 리안 ThreeMin as Lee Sora

~Hyun Ah POV~

Di tengah keramaian konser Dong Bang Shin Ki malam ini, ada seorang gadis yang bodoh berwajah kaget. Gadis itu aku. Park Hyun Ah 19tahun. Saat ini aku pertama kali pacaran dengan orang yang sangat baik sekali. Orang yang kutemui saat sama-sama jadi sukarelawan di panti asuhan yang terletak di Nam-Gu, Gwangju. Tapi ternyata namjaku itu adalah salah satu dari 5 cowok yang berkilauan di atas panggung itu. Dia salah satu dari Dong Bang Shin Ki yang sangat terkenal.Aku sendiri baru tahu. Aneh bukan?
"Kyaa!!! U-Know oppa!!!" Aku kaget. Para Cassiopeia di sekitarku tiba-tiba saja menjerit histeris saat melihat sang leader U-Know Yunho unjuk kebolehannya dalam hal dance. Aku pun menatapnya kagum. Dadaku berdebar-debar tak karuan karena untuk pertama kalinya pula aku melihat namjaku tampil seperti ini. Ya. Dialah namjaku alias pacar yang kumaksut tadi. Aku merasa silau. Ini pertama kalinyaaku melihatnya di tengah-tengah DBSK. Ternyata dia benar-benar leadernya DBSK. Kenapa aku tak mengenalinya saat jadian dulu?


-------------------------------------------------------------------------------------

[1st 2shots FF/Chap 1] Cassiopeia 'Call my Name'

Annyeong... Akhir-akhir ini Lian ketagihan buat bikin FF nih. Penasaran banget kenapa masih aja ada yang kurang. Yah, namanya juga belajar. Musti dicoba berkali-kali dan koreksi dari kritik dan saran ff yang sebelumnya biar bisa bagus^^. Moga kalian gak bosen baca ceritaku. 'cz baru kali ini bikin three shots yg isinya roman sih -_-;;
Yah.. Met baca. Jangan lupa commentnya ya^^

Title : Cassiopeia ' Call my Name'
Author : Lian 1412
Main Cast :
- Shim Changmin

- Chibi Novyrin as Lee Novyrin

Support Cast
- Lian as Lee Sora

~All Novyrin POV~

Ada seorang gadis yang tidak bisa tenang saat liburan musim panas....

Itulah aku, Lee Novyrin, 21tahun. Aku tidak menyangka pertemuan itu akan terjadi disini. Di perpustakaan kota tempat aku belajar setelah bolos dari pelajaran sekolah yang berisik...

"Lho? Tumben ada anak kuliahan lain pada jam segini... Lagian kenapa musti duduk di tempat kesukaanku sih?" Aku menggerutu sendri saat melihat tempat favoritku sudah didahului oleh pemuda tinggi yang mengenakan kacamata. Sepertinya dia dari akademi favorit di Seoul ini. Aku bertanya-tanya dalam hati, "Kenapa mahasiswa sehebat itu datang kemari? Bukannya perpustakaannya disana lebih bagus dari perpustakaan kota yang biasa-biasa aja ini?"

Yah, apa boleh buat.. aku bersabar saja untuk hari ini. Aku pun mengambil tempat duduk yang menghadap padanya. Meski bukan favoritku, tapi tempat ini lumayan strategis juga. Yang penting bisa melihat ke arah luar dari jendela.

Tapi tiba-tiba saja dia memandang kearahku dengan pandangan yang cukup menusuk. Dia tampak menyebalkan.

"Kenapa kau malah duduk disitu? Sebaiknya jangan duduk disitu!" Bentaknya dengan judes.

"Aku selalu duduk disini! Kenapa kau harus bilang begitu padaku?" Balasku dengan nada yang gak kalah judesnya.

"Huh! Kau ngerti kata-kataku kan? Pergi sana! Padahal kau cuma Cassie..."

Mendengar kata-katanya itu rasanya aku jadi sebel banget. "Cassie? Ngomong apa sih dia ini? Ahhh... Tapi aku juga tak ingin pindah dari sini. Cuek saja lah!" Batinku terus saja menggerutu.

Aku pun membuka buku dan mulai kosentrasi mengerjakan soal-soal. Yah, sebentar lagi aku kan harus menghadapi ujian sementara itu dia hanya memandangiku saja dari tadi. Nah, sialnya, saat aku belajar matematika, aku sama sekali tak paham cara pemecahannya. Maklum, aku lemah dalam hal berhitung.

"Yang itu... begini cara mengerjakannya"

Tiba-tiba saja dia muncul di sampingku dan mengajariku. Aku sendiri kaget. Sejak kapan dia berpindah tempat. Atau jangan-jangan dia punya ilmu rahasia? Ah.. konyol sekali pemikiranku ini.

""Coba pinjam. Pakailah metode subtitusi..." dia mengambil pensilku dan mulai mengajariku. Setelah cukup paham aku hanya bisa mengangguk-angguk.

"Oh, begitu.. " mulutku reflek membuat bulatan berbentuk O. "Go.. Gomawo.."aku menundukkan kepalaku padanya.

"Mianhae... Ternyata kau bukan cassiopeia. Maaf omonganku ngawur" Dia berkata sambil tersenyum... Ah.. senyum yang manis sekali...

"Ah... apa maksutnya dengan cassiopeia dan Cassie?" Aku pun coba bertanya tentang kata asing yang sedari tadi ia ucapkan itu. Aku penasaran sekali.

Namun ia tak menjawab pertanyaanku justru memandang alrojinya dan berkata dengan nada kelabakan

"Waduh. Gawat, waktunya sudah tiba. Aku pergi dulu." Saking buru-burunya dia justru membuat kursinya sendiri terjatuh sehingga membuat suara gaduh. Seluruh penghuni perpustakaan memandang tajam kearah kami. Kami pun hanya bisa saling pandang kemudian tertawa kecil menertawakan kecerobohan lelaki yang tak kukenal namanya ini.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------