[FF One Shot/Sraight] Never Ending Story~
Annyeong readers... Kali ini Lian hadir lagi dengan FF yg lagi-lagi Lian dapet idenya dari berbagi pikiran ama temen Lian yang biasa ngasih inspirasi buat Lian. So, special thx buat Wahzoe tembem yg udah ngasih inspirasi buat aku bikin FF ini (sekarang namanya bukan lagi Changmin gara2 kata temen2 dia jadi temebem n gak mirip CHangmin lagi :D) . Karena ada dia, ide2 bermunculan di otakku, namun sayangnya saking banyaknya gak ada yg jadi sama sekali deh -_-;; He he...Tapi kali ini dia minta dengan keras buat dibikinin straight. Makanya ceritanya Lian bikin sangat simpel aja. Semoga hasilnya gak begitu mengecewakan. Met baca n jangan lupa comment, kritik, dan sarannya. Sekalian aja di like kalo suka^^
Title : Never Ending Story~
Author : Lian 1412
Main cast :
- Choi Minho

- Other member SHINee

Support Cast :
- Chibi Nnovyrin as Shim Iseul
- Lian 리안 ThreeMin as Lee Sora
- Revie KyuhyunTaeyeon CassiexpressonElf as Park Hyun ae
- Nancy CassieBigeast as park Hyun ah
~All Minho POV~
Januari 2010
"Pengen cepet punya pacar!" Itulah jawabanku saat seorang wartawan majalah menanyakan targetku tahun ini. Semua orang yang mendengar jawabanku sontak menertawakan jawabanku itu. Bahkan, anggota SHINee yang lainnya pun juga menertawakan jawabanku tersebut. Tak lama kemudian, banyak blog dan website yang membahas jawabanku tersebut. Sebagian dari mereka berkomentar bahwa aku ini terlalu terburu-buru sementara para hyungku santai saja mengenai hal tersebut. Sebagian lagi berkomentar bahwa aku ini sudah punya Lee Taemin, maknae di grup kami yang memang manis seperti seorang yeoja, jadi aku tak perlu repot-repot cari pasangan lagi. Sebenarnya aku juga tak suka terburu-buru seperti ini, apa lagi aku masih belum lulus dari SMU, tapi kesalahpahaman para fans mengenai hubunganku dengan Taemin itulah yang membuatku terpaksa untuk melakukan hal ini. Aku memang terlalu dekat dengan namja manis yang bernama Taemin itu karena ia biasa bergantung padaku dan aku biasa menjaganya. Kesalahpahaman yang terus berlanjut itu membuatku merasa risih hingga membuatku merasa ingin berteriak ke seluruh penjuru dunia untuk memberitahu mereka semua bahwa aku ini normal. Aku bukanlah seorang homo!
"Minho yah! Ottoke? Sudah punya pacar?" Jonghyun coba menggodaku yang sedari tadi terdiam sembari menonton acara Tv di ruang tengah.
"Aniyo... Nihil hyung."
"Mwo? Bagaimana bisa? Bukankah kau ini adalah namja yang penuh kharisma? Pasti banyak yeoja yang jatuh hati padamu bukan? Tinggal pilih saja apa repotnya?"
"Ne. Tapi mereka tak ada yang mampu menarik perhatianku."
"Yah! Jangan bohong! Bukankah beberapa hari yang lalu kau bilang padaku ada empat yeoja yang menarik perhatianmu?" Entah kenapa tiba-tiba saja Jinki hyung ikut masuk dalam pembicaraan kami dan membeberkan rahasiaku. Apa kisah cintaku sebegitu menariknya untuk dibahas?
"Mwo? Empat yeoja? Kau tak pernah cerita padaku Minho yah!" Kurasa penyakit ikut campur Kibum mulai kambuh.
"Yah! Tak ada hubungannya dengan kalian bukan?" Aku mulai merasa muak dengan pembicaraan membosankan ini dan mulai memasang nada tinggi.
"Sst... Taemin sudah tidur! Jangan buat dia terbangun dengan suaramu yang keras itu." Kibum nampak kesal, namun aku cuek saja dengan peringatannya itu. Aku berdiri dan segera beranjak menuju kamar. Sebelum aku sempat memasuki kamar, Jinki hyung berkata padaku.
"Segeralah pilih satu diantara mereka sebelum mereka berubah pikiran dan pergi meninggalkanmu."
"Ne. Nanti saja setelah kelulusan." Aku menutup pintu kamar dan segera pergi tidur.
Seperti yang dikatakan Jinki hyung, ada empat orang yeoja yang sangat dekat denganku. Mereka tak henti-hentinya mengirimkan sinyal cinta mereka melalui perhatian yang berlebih padaku. Aku suka mereka berempat hingga aku bingung jika harus memilih salah seorang dari mereka. Maka dari itu, aku memutuskan untuk tak mengambil sikap dan tetap jalan dengan mereka berempat sampai saat kelulusan tiba.
Yeoja yang pertama bernama Shim Iseul. Dia sekelas denganku dan selalu memperhatikanku. Ia sering membantuku yang lemah dalam beberapa pelajaran ini dan mengajakku belajar bersama. Terkadang ia juga sering meminta bantuanku tentang hal-hal sepele.
Yeoja yang kedua bernama Lee Sora adalah adik kelasku. Kami sering saling kirim pesan, chat, atau e-mail. Meski jarang bertemu, namun setiap saat ia selalu mengirimiku pesan-pesan yang penuh perhatian. Misalnya pesan yang menanyakan tentang kabar atau sedang apa diriku. Itu saja.
Yeoja yang ketiga dan keempat bernama Park Hyun Ae dan Park Hyun Ah. Mereka juga adik kelasku yang tak kalah cantiknya dengan yeoja-yeoja yang kusebutkan tadi. Hyun Ae dekat denganku karena kami sama-sama memiliki hobi olahraga dan berpetualang. Jadi, kami terbiasa bermain bersama. Aku merasa nyaman dengannya, dia asik diajak ngobrol. Sementara Hyun Ah berada dalam organisasi yang sama denganku di sekolah. Kami terbiasa saling bantu hal-hal mengenai organisasi tersebut dan kurasa, dia memang lebih sering konsultasi denganku dari pada teman-teman lainnya. Sebenarnya aku sama sekali tak menyadari perasaan mereka berdua hingga suatu saat teman dekat mereka bercerita tentang perasaan mereka padaku dan memohonku untuk menjadikan mereka pacarku. Aku menolak permintaan teman Hyun Ae dan teman Hyun Ah dengan alasan ingin fokus pada ujian. Lagi pula kalau benar-benar suka kenapa bukan orangnya langsung saja yang berbicara? Aku tak mau gegabah mengambil keputusan.
Mereka berempat yeoja yang manis, canti, dan cerdas. Ini benar-benar pilihan yang sulit untukku.
Februari 2010
Hari kelulusan semakin dekat. 10 Februari nanti pasti akan menjadi hari yang sangat mendebarkan bagiku. Pada saat itu, aku akan resmi lulus dari sekolah ini dan akan mulai menjalani kehidupanku ssebagai mahasiswa di Universitas Konkuk dan ambil jurusan film di departemen seni.
4 Februari... Malam yang dingin di apartemen SHINee. Seperti biasanya, Kibum yang suka mengurusi persoalan orang lain mulai mengintrogasiku yang sedang terduduk lesu di depan televisi bersama para anggota SHINee yang lainnya.
"Yah! Minho ah... hari kelulusan sudah dekat, kau sudah buat keputusan?"
"Keputusan apa?"aku berlagak tak mengerti maksutnya.
"Tentu saja soal keempat yeoja itu."
"Ne. Ottoke?" Jonghyun hyung ikut penasaran dan menanti jawaban dariku.
Aku menghela nafas berat. "Mungkin aku harus menuruti kata-kata para shawol untuk memilih Taemin." Aku berkata sambil merangkul pundak Taemin yang kebetulan duduk di sebelahku.
"MWO?" Mereka berdua tampak kaget padahal Jinki hyung tampak tenang-tenang saja mendengar jawabanku tadi. Sementara itu, Taemin hanya menatap kami dengan raut muka bingung karena tak mengerti arah pembicaraan kami.
"Wae?" Kibum dan Jonghyun hyung bertanya hampir bersamaan.
"Ne. Taemin memang seorang namja, tapi dia lebih cantik dan manis dari pada para yeoja itu. Taemin juga polos dan baik. pasangan yang tepat bukan?" Jawabku santai.
Kibum dan Jonghyun saling pandang. Mereka masih tercengang mendengar jawabanku. Mungkin saat ini mereka berpikir bahwa aku ini benar-benar seorang homo. Aish... aku sudah tak peduli lagi sekarang soal apa kata orang.
"Hyung... kamsahamnida atas pujiannya, tapi sebenarnya aku tak mengerti. Sedari tadi kalian bicara soal apa sih? Rasanya yang kalian bicarakan tak sesuai dengan kartun yang sedang kita tonton. Cobalah untuk fokus menonton acara televisi ini. Sponge Bob begitu lucu bukan?" Taemin berkata polos sembari menunjuk layar kaca televisi kami yang memang sedari tadi menampilkan tingkah-tingkah konyol Sponge Bob. Kami berempat, aku, Kibum, Jonghyun dan Jinki hyung saling pandang dan diam untuk beberapa saat kemudian tawa kami pecah. Kami tertawa terbahak-bahak bukan karena tingkah konyol Sponge Bob, melainkankarena kepolosan Taemin. Sementara Taemin semakin bingung dengan tingkah kami berempat.
"Ha ha ha... rasanya perutku sakit karena terlalu banyak tertawa. Aku kebelakang dulu ya." Aku beranjak meninggalkan mereka menuju kamar mandi sambil memegangi perutku yang sebenarnya tak sakit sama sekali. Sesampainya di depan pintu kamar mandi, aku hanya terdiam dan tertunduk lesu.
"Minho-shii... Kau kenapa ?" Jinki hyung sepertinya mengikutiku. "Kau tampak tersenyum dengan paksa sedari tadi. Wae?" tanyanya lagi.
"Hyung... seharusnya aku menuruti kata-kata hyung dulu."
"Kata-kataku? Yang mana?"
"Seharusnya aku segera memilih satu diantara empat yeoja itu. Sekarang seperti kaya hyung padaku dulu... mereka pergi meninggalkanku."
"Mwo? Pergi? Semuanya?"
"Ne. Iseul sengaja memilih universitas Kyunghee karena disana ada Changmin hyung, orang yang disukainya saat ini. Sora tak lagi mengirimiku pesan dan aku kesulitan menghubunginya. Seakan-akan ia sengaja pergi menghilang tanpa jejak. Sementara Hyun Ae dan Hyun Ah... Aish... mereka malah sudah jadian dan jalan dengan namja yang merupakan teman sekelasku sendiri. Hah..." Aku mendesah."Aku memang payah dan lamban soal Yeoja."
Jinki Hyung menepuk pundakku.
"Yah! santai saja Minho ah... Kau ini Flaming Charisma Minho. Kau pasti akan dapat menemukan yang lebih baik di Universitas nanti. Bahkan bisa jadi jodohmu itu ada di antara para SHINee World!"
"Ne. Tapi sebenarnya aku keberatan jika orang-orang menganggapku ada hubungan khusus dengan Taemin. Aku ini kan masih normal hyung!"
"Yah! Biarkan saja orang-orang berpendapat apa. Kau memang sayang padanya, 'kan?"
"Ne."
"Lihatlah aku. Aku baik-baik saja meski mereka sering menggosipkan hubunganku dengan Kibum. Anggap saja itu salah satu bentuk perhatian mereka pada kita. Pada dasarnya anggota SHINee memang saling menyanyangi bukan ?"
"Ne."Aku mengangguk setuju.
Aku merasa apa yang dikatakan Jinki hyung itu benar adanya. Kamimemang saling menyayangi satu sama lain sehingga banyak para fans yang salah paham karena hubungan kami. Yah, yeoja gampang dicari, apalagi untuk seorang Flaming Charisma sepertiku ini. Banyak Shawol yang menaruh perhatian besar padaku. Biarkan sajalah kisah TaeMinHo atau yang biasa disebut dengan 2Min (Taemin dan Minho) tetap seperti biasanya. Karena itu merupakan bukti keakrabanku dengan Taemin. Sebagai tanda persahabatan kami yang semoga saja akan tetap terjada dan menjadi kisah hidupku yang tak akan berakhir. A never ending story.....
-END-

Title : Never Ending Story~
Author : Lian 1412
Main cast :
- Choi Minho
- Other member SHINee
Support Cast :
- Chibi Nnovyrin as Shim Iseul
- Lian 리안 ThreeMin as Lee Sora
- Revie KyuhyunTaeyeon CassiexpressonElf as Park Hyun ae
- Nancy CassieBigeast as park Hyun ah
~All Minho POV~
Januari 2010
"Pengen cepet punya pacar!" Itulah jawabanku saat seorang wartawan majalah menanyakan targetku tahun ini. Semua orang yang mendengar jawabanku sontak menertawakan jawabanku itu. Bahkan, anggota SHINee yang lainnya pun juga menertawakan jawabanku tersebut. Tak lama kemudian, banyak blog dan website yang membahas jawabanku tersebut. Sebagian dari mereka berkomentar bahwa aku ini terlalu terburu-buru sementara para hyungku santai saja mengenai hal tersebut. Sebagian lagi berkomentar bahwa aku ini sudah punya Lee Taemin, maknae di grup kami yang memang manis seperti seorang yeoja, jadi aku tak perlu repot-repot cari pasangan lagi. Sebenarnya aku juga tak suka terburu-buru seperti ini, apa lagi aku masih belum lulus dari SMU, tapi kesalahpahaman para fans mengenai hubunganku dengan Taemin itulah yang membuatku terpaksa untuk melakukan hal ini. Aku memang terlalu dekat dengan namja manis yang bernama Taemin itu karena ia biasa bergantung padaku dan aku biasa menjaganya. Kesalahpahaman yang terus berlanjut itu membuatku merasa risih hingga membuatku merasa ingin berteriak ke seluruh penjuru dunia untuk memberitahu mereka semua bahwa aku ini normal. Aku bukanlah seorang homo!
"Minho yah! Ottoke? Sudah punya pacar?" Jonghyun coba menggodaku yang sedari tadi terdiam sembari menonton acara Tv di ruang tengah.
"Aniyo... Nihil hyung."
"Mwo? Bagaimana bisa? Bukankah kau ini adalah namja yang penuh kharisma? Pasti banyak yeoja yang jatuh hati padamu bukan? Tinggal pilih saja apa repotnya?"
"Ne. Tapi mereka tak ada yang mampu menarik perhatianku."
"Yah! Jangan bohong! Bukankah beberapa hari yang lalu kau bilang padaku ada empat yeoja yang menarik perhatianmu?" Entah kenapa tiba-tiba saja Jinki hyung ikut masuk dalam pembicaraan kami dan membeberkan rahasiaku. Apa kisah cintaku sebegitu menariknya untuk dibahas?
"Mwo? Empat yeoja? Kau tak pernah cerita padaku Minho yah!" Kurasa penyakit ikut campur Kibum mulai kambuh.
"Yah! Tak ada hubungannya dengan kalian bukan?" Aku mulai merasa muak dengan pembicaraan membosankan ini dan mulai memasang nada tinggi.
"Sst... Taemin sudah tidur! Jangan buat dia terbangun dengan suaramu yang keras itu." Kibum nampak kesal, namun aku cuek saja dengan peringatannya itu. Aku berdiri dan segera beranjak menuju kamar. Sebelum aku sempat memasuki kamar, Jinki hyung berkata padaku.
"Segeralah pilih satu diantara mereka sebelum mereka berubah pikiran dan pergi meninggalkanmu."
"Ne. Nanti saja setelah kelulusan." Aku menutup pintu kamar dan segera pergi tidur.
Seperti yang dikatakan Jinki hyung, ada empat orang yeoja yang sangat dekat denganku. Mereka tak henti-hentinya mengirimkan sinyal cinta mereka melalui perhatian yang berlebih padaku. Aku suka mereka berempat hingga aku bingung jika harus memilih salah seorang dari mereka. Maka dari itu, aku memutuskan untuk tak mengambil sikap dan tetap jalan dengan mereka berempat sampai saat kelulusan tiba.
Yeoja yang pertama bernama Shim Iseul. Dia sekelas denganku dan selalu memperhatikanku. Ia sering membantuku yang lemah dalam beberapa pelajaran ini dan mengajakku belajar bersama. Terkadang ia juga sering meminta bantuanku tentang hal-hal sepele.
Yeoja yang kedua bernama Lee Sora adalah adik kelasku. Kami sering saling kirim pesan, chat, atau e-mail. Meski jarang bertemu, namun setiap saat ia selalu mengirimiku pesan-pesan yang penuh perhatian. Misalnya pesan yang menanyakan tentang kabar atau sedang apa diriku. Itu saja.
Yeoja yang ketiga dan keempat bernama Park Hyun Ae dan Park Hyun Ah. Mereka juga adik kelasku yang tak kalah cantiknya dengan yeoja-yeoja yang kusebutkan tadi. Hyun Ae dekat denganku karena kami sama-sama memiliki hobi olahraga dan berpetualang. Jadi, kami terbiasa bermain bersama. Aku merasa nyaman dengannya, dia asik diajak ngobrol. Sementara Hyun Ah berada dalam organisasi yang sama denganku di sekolah. Kami terbiasa saling bantu hal-hal mengenai organisasi tersebut dan kurasa, dia memang lebih sering konsultasi denganku dari pada teman-teman lainnya. Sebenarnya aku sama sekali tak menyadari perasaan mereka berdua hingga suatu saat teman dekat mereka bercerita tentang perasaan mereka padaku dan memohonku untuk menjadikan mereka pacarku. Aku menolak permintaan teman Hyun Ae dan teman Hyun Ah dengan alasan ingin fokus pada ujian. Lagi pula kalau benar-benar suka kenapa bukan orangnya langsung saja yang berbicara? Aku tak mau gegabah mengambil keputusan.
Mereka berempat yeoja yang manis, canti, dan cerdas. Ini benar-benar pilihan yang sulit untukku.
Februari 2010
Hari kelulusan semakin dekat. 10 Februari nanti pasti akan menjadi hari yang sangat mendebarkan bagiku. Pada saat itu, aku akan resmi lulus dari sekolah ini dan akan mulai menjalani kehidupanku ssebagai mahasiswa di Universitas Konkuk dan ambil jurusan film di departemen seni.
4 Februari... Malam yang dingin di apartemen SHINee. Seperti biasanya, Kibum yang suka mengurusi persoalan orang lain mulai mengintrogasiku yang sedang terduduk lesu di depan televisi bersama para anggota SHINee yang lainnya.
"Yah! Minho ah... hari kelulusan sudah dekat, kau sudah buat keputusan?"
"Keputusan apa?"aku berlagak tak mengerti maksutnya.
"Tentu saja soal keempat yeoja itu."
"Ne. Ottoke?" Jonghyun hyung ikut penasaran dan menanti jawaban dariku.
Aku menghela nafas berat. "Mungkin aku harus menuruti kata-kata para shawol untuk memilih Taemin." Aku berkata sambil merangkul pundak Taemin yang kebetulan duduk di sebelahku.
"MWO?" Mereka berdua tampak kaget padahal Jinki hyung tampak tenang-tenang saja mendengar jawabanku tadi. Sementara itu, Taemin hanya menatap kami dengan raut muka bingung karena tak mengerti arah pembicaraan kami.
"Wae?" Kibum dan Jonghyun hyung bertanya hampir bersamaan.
"Ne. Taemin memang seorang namja, tapi dia lebih cantik dan manis dari pada para yeoja itu. Taemin juga polos dan baik. pasangan yang tepat bukan?" Jawabku santai.
Kibum dan Jonghyun saling pandang. Mereka masih tercengang mendengar jawabanku. Mungkin saat ini mereka berpikir bahwa aku ini benar-benar seorang homo. Aish... aku sudah tak peduli lagi sekarang soal apa kata orang.
"Hyung... kamsahamnida atas pujiannya, tapi sebenarnya aku tak mengerti. Sedari tadi kalian bicara soal apa sih? Rasanya yang kalian bicarakan tak sesuai dengan kartun yang sedang kita tonton. Cobalah untuk fokus menonton acara televisi ini. Sponge Bob begitu lucu bukan?" Taemin berkata polos sembari menunjuk layar kaca televisi kami yang memang sedari tadi menampilkan tingkah-tingkah konyol Sponge Bob. Kami berempat, aku, Kibum, Jonghyun dan Jinki hyung saling pandang dan diam untuk beberapa saat kemudian tawa kami pecah. Kami tertawa terbahak-bahak bukan karena tingkah konyol Sponge Bob, melainkankarena kepolosan Taemin. Sementara Taemin semakin bingung dengan tingkah kami berempat.
"Ha ha ha... rasanya perutku sakit karena terlalu banyak tertawa. Aku kebelakang dulu ya." Aku beranjak meninggalkan mereka menuju kamar mandi sambil memegangi perutku yang sebenarnya tak sakit sama sekali. Sesampainya di depan pintu kamar mandi, aku hanya terdiam dan tertunduk lesu.
"Minho-shii... Kau kenapa ?" Jinki hyung sepertinya mengikutiku. "Kau tampak tersenyum dengan paksa sedari tadi. Wae?" tanyanya lagi.
"Hyung... seharusnya aku menuruti kata-kata hyung dulu."
"Kata-kataku? Yang mana?"
"Seharusnya aku segera memilih satu diantara empat yeoja itu. Sekarang seperti kaya hyung padaku dulu... mereka pergi meninggalkanku."
"Mwo? Pergi? Semuanya?"
"Ne. Iseul sengaja memilih universitas Kyunghee karena disana ada Changmin hyung, orang yang disukainya saat ini. Sora tak lagi mengirimiku pesan dan aku kesulitan menghubunginya. Seakan-akan ia sengaja pergi menghilang tanpa jejak. Sementara Hyun Ae dan Hyun Ah... Aish... mereka malah sudah jadian dan jalan dengan namja yang merupakan teman sekelasku sendiri. Hah..." Aku mendesah."Aku memang payah dan lamban soal Yeoja."
Jinki Hyung menepuk pundakku.
"Yah! santai saja Minho ah... Kau ini Flaming Charisma Minho. Kau pasti akan dapat menemukan yang lebih baik di Universitas nanti. Bahkan bisa jadi jodohmu itu ada di antara para SHINee World!"
"Ne. Tapi sebenarnya aku keberatan jika orang-orang menganggapku ada hubungan khusus dengan Taemin. Aku ini kan masih normal hyung!"
"Yah! Biarkan saja orang-orang berpendapat apa. Kau memang sayang padanya, 'kan?"
"Ne."
"Lihatlah aku. Aku baik-baik saja meski mereka sering menggosipkan hubunganku dengan Kibum. Anggap saja itu salah satu bentuk perhatian mereka pada kita. Pada dasarnya anggota SHINee memang saling menyanyangi bukan ?"
"Ne."Aku mengangguk setuju.
Aku merasa apa yang dikatakan Jinki hyung itu benar adanya. Kamimemang saling menyayangi satu sama lain sehingga banyak para fans yang salah paham karena hubungan kami. Yah, yeoja gampang dicari, apalagi untuk seorang Flaming Charisma sepertiku ini. Banyak Shawol yang menaruh perhatian besar padaku. Biarkan sajalah kisah TaeMinHo atau yang biasa disebut dengan 2Min (Taemin dan Minho) tetap seperti biasanya. Karena itu merupakan bukti keakrabanku dengan Taemin. Sebagai tanda persahabatan kami yang semoga saja akan tetap terjada dan menjadi kisah hidupku yang tak akan berakhir. A never ending story.....
-END-