[1st 2shots FF/Chap 2] Cassiopeia 'I'm With You'
Annyeong... Akhirnya Chap 2 selesai juga... Mianh kalo hasilnya ga begitu memuaskan... akhir-akhir ini rada ga enak badan sih *Ngeles*. Tp lian pengen banget cepet nyelesein ni ff... Nancy unnie... Mianh banget kalo hasilnya ga sesuai harapan unnie.... N seperti Biasanya, Lian Harap commentnya ya^^ Kritik n saraN jga^^
Title : Cassiopeia ' I'm With You'
Author : Lian 1412
Main Cast :
- U-Know Yunho
Support Cast
- Chibi Nnovyrin as Lee Novyrin
- Lian 리안 ThreeMin as Lee Sora
~Hyun Ah POV~
Di tengah keramaian konser Dong Bang Shin Ki malam ini, ada seorang gadis yang bodoh berwajah kaget. Gadis itu aku. Park Hyun Ah 19tahun. Saat ini aku pertama kali pacaran dengan orang yang sangat baik sekali. Orang yang kutemui saat sama-sama jadi sukarelawan di panti asuhan yang terletak di Nam-Gu, Gwangju. Tapi ternyata namjaku itu adalah salah satu dari 5 cowok yang berkilauan di atas panggung itu. Dia salah satu dari Dong Bang Shin Ki yang sangat terkenal.Aku sendiri baru tahu. Aneh bukan?
"Kyaa!!! U-Know oppa!!!" Aku kaget. Para Cassiopeia di sekitarku tiba-tiba saja menjerit histeris saat melihat sang leader U-Know Yunho unjuk kebolehannya dalam hal dance. Aku pun menatapnya kagum. Dadaku berdebar-debar tak karuan karena untuk pertama kalinya pula aku melihat namjaku tampil seperti ini. Ya. Dialah namjaku alias pacar yang kumaksut tadi. Aku merasa silau. Ini pertama kalinyaaku melihatnya di tengah-tengah DBSK. Ternyata dia benar-benar leadernya DBSK. Kenapa aku tak mengenalinya saat jadian dulu?
"Kyaaa...."
"U-Know oppa keren banget"
"Kyaaa..."
"Hero juga kali ini pun tetap seksi sekali ya"
"Tadi aku dan Micky oppa bertemu pandang loh!"
"Dia tadi malah sempat memegang tanganku"
"Waa..."
Kebisingan masih saja berlangsung meski konser telah usai. Ah, mataku sakit. Kepalaku pusing. Aku tak biasa berada dalam keramaian seperti ini.
"Kyaaa!!!!" Brugh! Tubuhku terjatuh karena dorongan para cassie yang histeris mengejar mobil yang dikendarai oleh DBSK. Aku dapat melihat Yunho oppa di dalam mobil itu. Ah, tapi dia tak mungkin melihatku karena terlalu jauh.
"Kau nggak apa-apa?" Seorang gadis manis yang kelihatannya lebih tua dariku mengulurkan tangannya membantuku berdiri.
"Ah... ya. Kamsahamnida." Aku menunduk berterima kasih.
"Kau, Hyun Ah bukan? Ikutlah denganku!"
"Eh!? Siapa kau!?" Aku bingung. Dia menarik lenganku dan membawaku masuk ke sebuah mobil. Mobil pun melaju melintasi jalan raya yang ramai.
Di dalam mobil, dia mulai mengajakku yang masih bingung ini ngobrol karna menyadari kekhawatiran dan kecurigaan yang tertulis jelas di wajahku.
"Dongsaeng, kamsahamnida karena seenaknya saja memaksamu ikut denganku. Kenalkan, Lee Novyrin imnida. Aku temannya Yunho oppa. Tenanglah, aku sudah dengar tentangmu dari Yunho oppa. Sebetulnya aku yang memaksanya bicara sih." Aku lega sekaligus terkejut. Aish, teman namjaku ternyata. Langsung saja hilang segala fikiran burukku tentangnya saat ku tahu ternyata dia teman Yunho oppa. Dia pasti orang baik pula.
"Eh, Hyun Ah, bagaimana sikap Yunho oppa? Dia baik sekali bukan?"
"Ya... benar-benar baik" Aku mengatakannya sambil tersipu malu.
"Aish! Sudah kuduga."
Setelah itu tak ada percakapan lagi. Hanya saja Novyrin unnie yang senyum-senyum sendiri tak jelas sepanjang perjalanan. Aku pun hanya diam saja tak berani bertanya apa-apa meski dalam benakku timbul beberapa pertanyaan. Akan dibawa kemanakah aku? Dan kenapa Novyrin unnie senyum-senyum tak jelas begitu? Aku hanya bisa menerka-nerka apa gerangan yang ada di fikirannya saat itu.
--------------------------
Mobil yang kutumpangi berhenti di sebuah parkiran hotel berbintang yang mewah. Novyrin mengajakku masuk. Aku yang masih bingung ini tetap saja mengekorinya. Saat di lift Novyrin unnie menjelaskan maksutnya padaku.
"Dong Bang Shin Ki menyewa kamar di lantai 12. Orang biasa gak bisa masuk kemari. Tapi saeng pasti kangen sekali dengan Yunho oppa bukan?"
"Oh begitu ya..."
Pintu lift terbuka. Aku mengikuti langkah kaki Novyrin unnie. Langkah kakinya akhirnya berhenti saat tiba di depan sebuah kamar.
"Tenang saja, gak ada orang kantor yang kemari jam segini."
Novyrin membuka pintu.
"Semuanya... aku datang!!"
Aku terkejut. Semua anggota DBSK berkumpul...
"Hai!" sapa Jaejoong oppa.
"Yah! Novyrin..." Xiah melambaikan tangannya pada Novyrin unnie.
Novyrin unnie pun menarikku untuk mendekat.
"Hyun Ah." Yunho oppa menyapaku dengan lembut.
"Ah..." Aku tak mampu berkata lagi. Dia begitu... Aish... Aku rasa aku jatuh cinta padanya untuk kesekian kalinya.
"Yah, jadi ini pacarnya Yunho!" Micky berkata sambil menunjuk-nunjukku.
"Lain banget dari bayanganku! Kupikir kau anaknya atau keponakannya. ha ha ha..." Jaejoong mencoba menggodaku. Aku cemberut. Memangnya aku terlihat seperti anak kecil?
Bugh! Yunho oppa menendang pelan tubuh Jaejoong. Kemudian mendekatiku dengan senyum yang aiiishhh... Manis.
"Nggak enak kalau bicara di sini. Ayo cari tempat lain saja."
Yunho menarik lenganku. Tapi aku justru sesegukan. Air mataku mengalir deras begitu saja. Rasanya aku masih belum yakin kalau seorang U-Know adalah Yunho pacarku.
"Waaa!!! Kau membuatnya menangis!" Junsu dan anggota DBSK lainnya menunjuk-nujuk Yunho. Aku jadi merasa tak enak.
"Hah? Bukan begitu. Ini gara-gara aku terharu. Rasanya situasi ini membuatku ingin menangis. Karena aku sama sekali nggak cantik."
"Kau yakin nggak apa-apa?" Yunho terlihat masih khawatir.
"Ah, kita hanya bertemu sebentar. Padahal aku sudah diajak kemari. Aku harus pulang. Orang tuaku pasti menunggu." Aku berbicara tanpa berfikir jernih. Aku merasa minder. Aku sama sekali tak memiliki rasa percaya diri untuk menjadi kekasih seorang U-Know Yunho.
"Hei" Changmin yang sedari tadi diam pun angkat bicara. "Kalau kau pergi sekarang, Hyung gak akan bisa mengejarmu. Kau nggak akan bisa membuatnya mengejarmu." Semuanya terdiam mendengar kata-kata Changmin. Aku justru makin minder mendengarnya. Novyrin menepuk pundakku.
"Hyun Ah, kau tahu seperti apa orang yang kau sukai kan? Kalian gak akan bisa berhubungan secara biasa. Kau harusnya siap untuk itu."
Air mataku berjatuhan tak karuan. Aku sadar dan tau diri kok. Aku cuman cewek biasa aja. Aku sadari kata-kata Changmin oppa dan Novyrin unnie itu benar. Aku tak siap menghadapi Cassiopeia sedunia.
"....Pokoknya... Aku harus pulang... Permisi..." Aku segera berlari pergi dari kamar tersebut. Siap atau ngak, sejak awal aku tau ini mustahil. Karena cowok yang kusuka adalah cowok berhati malaikat yang kutemui saat sama-sama jadi sukarelawan di panti asuhan di Nam-Gu, Gwangju saat liburan musim panas kemarin. Cowok itu....
~End of Hyun Ah POV~
~Novyrin POV~
"....Pokoknya... Aku harus pulang... Permisi..." Hyun Ah segera berlari pergi dari kamar ini. Semuanya terdiam.
"Aaah... anu... maaf... apa sikapku keterlaluan...?"
"Ini bukan salahmu. Dia memang begitu." Yunho tersenyum lembut. Kemudian ia keluar dari kamar itu.
"Ah...aku ini memang jahat." Aku masih saja merasa bersalah.
"Apa boleh buat. Karena inilah dunia yang kita pilih." Changmin merangkulku. Semuanya hanya terdiam. Mereka sepertinya sudah paham betapa beratnya menjalani cinta sembunyi-sembunyi agar tidak menimbulkan skandal seperti aku dan Changmin oppa yang pertama kali kutemui di perpustakaan dulu. (Chap.1)
~End Novyrin POV~
--------------------------
~Hyun Ah POV~
Seminggu berlalu sejak malam itu. Aku berusaha mengalihkan perhatianku dengan mulai mengajari adikku dan temannya Lee Sora untuk menghadapi ujian akhir sekolah. Namun, tetap saja terkadang aku melamun tak jelas arahnya.
"Yah! Unnie nggak bisa konsen ih!" Adikku membuyarkan lamunanku.
"Ah... Mianhae..."
"Ya sudah istirahat dulu ya unnie." Sora tersenyum manis. Kemudian adikku menyalakan TV. Betapa terkejutnya aku saat kulihat acara yang di tayangkan saluran TV yang dinyalakan adikku itu mengenai Dong Bang Shin Ki. Aku langsung merebut remote dan mengganti salurannya.
"Unnie ah.... Kok di ganti sih?" Kami pun akhirnya saling berebut remot.
" Hyun Ah... jangan ribut dengan adikmu!" Umma berteriak dari dapur. Namun kami tak menghiraukannya.
Ting... Tong..
Bell rumah berbunyi...
"Siapa yang datang malam-malam begini? Hyun Ah! Dari pada ribut terus kayak gitu, lihat siapa yang dateng gih!" Appa yang sedari tadi hanya diam membaca koran di hadapan kami menyuruhku. Aku pun dengan bersungut-sungut melangkahkan kaki dan membuka pintu rumah. OMG!!!
"O... Oppa..."
"Hai!"
"Sekarang... bukannya oppa lagi muncul di TV..." aku bingung saat kudapati Yunho oppa di depan rumahku. Bagikan mimpi saja.
"Ah... itu kan rekaman."
"Hyun Ah? Siapa itu?" Appa mulai bertanya dari dalam rumah.
"Pulanglah!" Aku mendorong tubuh Yunho agar ia segera pulang. Tapi dia justru menarikku kedalam pelukannya. Ia memelukku sangat erat hingga aku tak dapat berkutik.
"Aku paham kalau yang kau sukai bukanlah U-Know leader DBSK melainkan pemuda yang kau temui saat jadi sukarelawan di panti asuhan bukan? Pemuda biasa yang bernama Yunho. Aku tahu itu."
Wajahku memerah dalam pelukannya. Kurasa saat ini Yunho oppa pasti bisa mendengar debaran jantungku.
"O...oppa...."
"Hei! Siapa kau!? Kau ini maniak ya!? Lepaskan putriku!" Tiba-tiba saja appa mucul dari dalam. Kami kaget. Yunho melepaskan pelukannya.
"A...appa..." aku ingin menjelaskannya pada appa. Tapi, appa bersiap memukul Yunho oppa. "Jangan..."
Bugh! Aku ambruk melindungi Yunho. Itu berarti pukulan appa berhasil mendarat dengan sukses di pipiku.
"Hyun Ah!!!"
Gelap.
--------------------------
Mataku perlahan terbuka. Kuamati sekitar ruangan. Ah, ternyata aku ada di kamar. Samar-samar kudengar ada suara dari ruang tengah. Aku bangkit dari tempat tidur dan coba mengintip dari celah pintu. Appa, umma dan Yunho oppa.
"Kenapa artis sepertimu berhubungan dengan putriku? Pokoknya saya tidak akan memaafkanmu. Saya lihat akhir-akhir ini dia kurang bersemangat pasti karena kau. Lagi pula di sekitarmu ada banyak gadis-gadis yang lebih cantik bukan?"
Deg. Kata-kata appa barusan begitu menusukku. Aku ini benar-benar tak cantik seperti cewek-cewek yang ada disekitar Yunho oppa selama ini.
"Saya... tidak hanya melihat penampilan."
"Hah?"
"Ah. Dengan kata lain, Hyun Ah gadis yang baik. Baru kali ini saya menemukan gadis yang membat saya ingin terus bersamanya."
Appa dan umma terperangah melihat keseriusan yang terpancar dari wajah Yunho oppa. NAmun apa sepertinya tetap bersikeras tak memberi ijin pada cinta kami. Beliau menghela nafas.
"Pulanglah!"
"Baiklah." Yunho oppa sepertinya sudah pasrah. Aku tak bisa tinggal diam seperti ini. Padahal Yunho oppa sudah berjuang meyakinkan appaku. Aku oun keluar dari kamarku.
"Tu... tunggu! E.... sakiiiit." Aku memegangi memar di pipiku.
"Hyun Ah!" appa, umma dan Yunho oppa terlihat begitu khawatir.
"A...aku... Aku tak apa. Aku cuma mau bilang, aku pun ingin terus bersama oppa. Sebenernya U-Know leader DBSK begitu keren dan aku sangat begitu menyukainya juga. Tapi aku kabur karena aku gak ngerti harus bagaimana jika bersamamu. Tapi meskibegitu aku tetap ingin bersama oppa."
Semuanya terkesima.
"Mianhae, saya pinjam Hyun Ah sebentar." Yunho oppa menunduk ke arah umma dan appa kemudian menarikku keluar. Baik umma mauun appa tak mengejar kami. Namun dapat kulihat kalau mereka sedang tertunduk seakan melepas anak gadis mereka ke pelaminan. Aih... aku malu sendiri membayangkannya.
--------------------------
Di luar rumah, Yunho oppa tiba-tiba menciumku dengan lembutnya. Lama sekali hingga aku susah untuk bernafas. Aku pun melepaskan ciumannya karena sudah tak tahan dengan rasa sesak di dada.
"Anu... tapi nanti teman-temanmu bisa marah oppa kemari. Apalagi Changmin oppa sepertinya sinis sekali padaku."
"Tenang... mereka juga sering melakukan hal yang seperti ini, apa lagi Changmin. Jadi sama saja."
"Ha? Sering?"
Yunho memeluk erat tubuhku. Wajahku pun bersemu merah karena malu, senang, bahagia, dan... sesak nafas lagi tentunya. Ku coba melepas pelukan tersebut untuk ambil nafas lagi...
"Anu... tapi... aku kan gak cantik."
Yunho oppa memandangku penuh arti.
"Tapi dilihat dari manapun kau tetap manis dan begitu baik." ia tersenyum manis. Teramat manis sekali. Kemudian ia mengecup bibirku lagi dan terus menerus menghanyutkan diriku dalam ciumannya yang lembut dan hangat. Rasanya aku mengerti bahwa dia benar-benar menyukaiku. Jadi, aku tak perlu ragu lagi. Tapi kalau begini terus berarti aku harus minta maaf diam-diam pada para Cassiopeia di seluruh dunia... Cassie... Minahae....
~END~
0 komentar:
Posting Komentar