[FF/1st/One-shots] Taemin... Love Like Oxygen

Annyeong ^.^ Lian lagi belajar bikin FF nih.Ini ff pertama yang bner2 lian bikin sendiri. Mianh kalo rada aneh jadinya.Mianh juga kalo rada ngebingunin. Maklum lagi belajar. Met baca^^~

= == = = == = === = = = = = = = = = = = = =
Title  :  Taemin... Love Like Oxygen
Author : Lian 1412
Main Cast : 

- Changmin DBSK


- Taemin SHINee

Cast : All member DBSK and SHINee



"Hyung! Awas!!!"

"Taemin..."

"Mianhae......"

Ckiiit... BRAK!!!


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - -


Tit tit tit tit... Alat-alat yang berada di sekitar tubuh mungil yang kini tergeletak lemah terus saja berbunyi. Disampingnya, pemuda jangkung menatapi sosok mungil itu dengan pandangan sendu. Beberapa saat yang lalu Jonghyun datang menghampiri mereka dan mencoba menghibur pemuda yang sedang terpuruk dalam rasa bersalah.

"Changmin hyung, jangan murung seperti ini... Ini bukan salahmu." Jonghyun mencoba berkata lembut sembari menepuk pundaknya. Orangyang dipanggil dengan nama Changmin itu menoleh, kemudian kembali menatapi tubuh mungil di depannya dan kembali terlarut dalam fikirannya yang dalam. Dia masih teringat saat kejadian itu. Dengan senyum kecil Taemin yang kini terglek lemah itu melontarkan sepatah kata "Mianhae..." Maaf... Untuk apa??? Benak Changmin dipenuhi dengan tanda tanya yang sangat besar.




- Flash Back -


SHINee yang baru memulai debutnya di Jepang mengadakan konser gabungan dengan Tohoshinki aka TVXQ / DBSK yang notabene senior mereka. Sesaat setelah konser selesai, mereka berkumpul bersama di ruang ganti yang sama sembari melepas lelah mereka setelah konser panjang.

"Konser kali ini sangat mengesankan bagiku. Antusias penontonnya sangat tinggi sekali." Key berkata dengan sangat semangat saking senangnya.

"Yah itu semua berkat dorongan dan bantuan dari hyung sekalian." Onew dan para member SHINee menunduk menyampaikan rasa terimakasih mereka yang sangat besar pada hyungnya.

"AH,tidak juga.. ini semua berkat kerja keraskalian juga..." Yunho merendah."Untuk seterusnya, semoga sukses." SHINee tersenyum penuh keyakinan dan rasa percaya diri yang tinggi. Kemudian Jaejoong menarik lengan baju Yunho seakan mengirim sinyal tertentu. Yunho menyadarinya. "Ehm, tapi maaf, saya balik ke hotel duluan."

"Oh, ia hyung, hati-hati di jalan." balas Onew.

Para anggota TVXQ hanya bisa menunduk malu. Mereka tau betul betapa mesranya jalinan kasih antara umma dan appa nya itu. Sementara itu Key pasang tampang cemberut sambil memandangi Onew dengan penuh arti. Namun Onew tak jua merasa.

"Jinki ah... apa kau sudah bosan padaku...."Key mulai merengek.

"Ada apa Kibum?" Dengan tampangtanpa dosa Onew balas menatap Key. Key terus saja manyun. Sepertinya Onew mulai paham arah fikir Key, dan segera bangkit dari tempatnya duduk. "Baiklah,kau mau kemana malamini?"

Muka key berseri riang. "Pantai!" Sahut key penuh semangat. Hingga detik kemudian mereka telah berlalu tanpa sempat pamitan. Lebih tepatnya karena Key sudah tak sabar lagi dan langsung saja menarik Onew pergi.

Kini yang tersisa hanya Changmin dan Taemin. Wae? Karena Jonghyun tanpamengenal lelah langsung pergi ke ruang latihan bersama Junsu untuk melatih vokalnya. Sementara Minho? Katanya jalan-jalan bersama Micky.Keliling Tokyo untuk mencari pacar? Yah... targetnya tahun ini ingin dapet pacar sih...

Kembali ke ruang ganti. Taemin merasa cahnggung dan kikuk dengan keadaan yang sedari tadi sunyi. Sebenarnya dia ingin diajari dance oleh Yunho. Tapi apa daya kalo dia sedang sibuk dengan kepentingan yang Taemin sendiri tak jelas apa maksutnya.

"Hyung..." Akhirnya maknae SHINee mulai mencoba mengajak maknae TVXQ mengobrol untuk memecahkan keheningan yang menyesakkan itu.

"Hem?"

"Kenapa hyung tidak ikut micky dan minho hyung keliling kota?"

Changmin tersenyum lembut.

"Aku disuruh oleh Minho,hyungmu, untuk menjagamu baik-baik. Memang aku ingin punya pacar, tapi aku sama sepertimu. Lebih suka membicarakan anjing dari pada perempuan."

"Benarkah? Jadi itukah sebabnya pada konser hari ini. ah bukan. Bahkan setelah konser hyung tak jua melepas kalung anjing yang hyung pakai itu?" Taemin menunjuk kalung yang dikenakan Changmin. Kalung itu bentuknya memang mirip sekali dengan kalung anjing.

"Ah, ini tak ada hubungannya dengan itu. Ini memang kalung kesayanganku. Kalung yang lebih berharga dari apa pun di dunia ini. Pemberian dari teman-teman baikku sebelum debut dulu."

"Ooh..." bibir Taemin membentuk bulatan. "Boleh aku pinjam hyung?" Taemin tampak antusias skali.

"Tentu." Changmin melepaskan kalung itu dan menyodorkannya pada Taemin. "ah,aku mau beli beberapa snack dulu di minimarket seberang. Kau tunggu saja disini ya. Jangan kemana-mana"

Taemin mengangguk cepat. "Ya."

Beberapa saat kemudian,.

Changmin baru saja keluar dari minimarket. Saat ia masukkan uang kembaliannye ke saku celananya, beberapa uang recehan terjatuh dan menggelinding ke sekitar jalan raya. Changmin buru-buru memungutinya hingga tiba-tiba ia mendengar teriakan Taemin dan merasa tubuhnya di dorong oleh seseorang.


"Taemin..."


Taemin menggantikan dirinya yang seharusnya tertabrak mobil yang dikendarai oleh orang yang sedang mabuk saat itu.


- Flash Back End -


Changmin masih terduduk lesu di samping ranjang dimana Taemin tak sadarkan diri.


"Hyung..." Taemin memanggil Changmin dengan suara parau yang lemah."

Changmin tergagap.

"Ah...kau sudah sadar? Apa kau merasa baikan? Tunggu sebentar biar kupanggilkan dokter." Changmin mulai bangkit dari duduknya. Namun Taemin mencoba meraih tanggan Changmin untuk menahannya.

"Aku tidak apa-apa hyung..."

"Benarkah?" Changmin coba memastikan.

Taemin mengangguk pelan.

"Hyung... ada yang mau kubicarakan."

"Ya? apa? katakan saja."

"Mianhae..."

"Mwo? Apa? Untuk apa? Seharusnya aku yang minta maaf karena telah membuatmu seperti ini. Padahal aku ditugasi oleh Minho untuk menjagamu." Changmin menunduk penuh penyesalan.

"Tidak hyung.. ini pantas untukku... Aku... sebenarnya aku telah melakukan kesalahan yang begitu fatal...." Kata-kata Taemin terputus.

Changmin merasa penasaran.

"Kesalahan fatal? Apa itu?"

"Tapi hyung janji tak akan marah ya..."

Changmin makin bingung.

"Ya."

"Sebenarnya,tanpa sengaja aku telah merusakkan kalung kesayangan hyung..."

Mata Changmin terbelalak.

"Mwo? Jadi karena itukah kau merelakan nyawamu untukku? Ini benar-benar tak masuk akal LEE TAEMIN!!!"

Taemin mengkerut. Nyalinya makin ciut. Ia takut akan kemarahan hyungnya itu.

Changmin tersenyum kecil melihat ekspresi Taemin.

"Aku tidak mungkin marah pada wajah semanis ini bukan?" Changmin mengacak-acak rambut Taemin. "Aku rasa, aku mulai paham kenapa Minho begitu menyayangimu" Changmin semakin mendekat dan merengkuh tubuh mungil Taemin. "Aku rasa aku mulai menyukai dirimu. Terima kasih sudah menyelamatkan nyawaku." Changmin berkata tanpa melepas pelukannya.

Taemin dengan lugunya, tanpa mengerti arti ucapan Changmin balas memeluk Taemin. sambil berkata "Aku juga sayang hyung..."

BRAK!!!

Minho yang baru saja tiba memukul pintu ruangan tempat Taemin berada.

"Apa maksutnya ini hyung? Pagar makan tanaman!"

Minho pergi dengan menahan emosi yang semakin memuncak.

"Minho tunggu dulu!" Changmin berusaha lari mengejar Minho...

Sementara itu Taemin masih terbengong tak paham akan maksut Minho yang tiba-tiba datang marah-marah.

Micky yang datang bersama Minho mendekati Taemin. Dan mengelus rambutnya.

"Tenanglah,semuanya akan dijelaskan dan semuanya akan baik-baik saja."

Namun Taemin makin tak mengerti maksutnya. Apa yang perlu dijelaskan?

"Sebenarnya ini ada apa hyung? Kenapa Minho hyung marah-marah? Kenapa Changmin hyung harus mengejarnya? Kenapa hyung sendiri menenangkanku?"

Micky kaget setengah mati. Mendengar pertanyaan Taemin.

"Bukankah kau tadi bilang kalau kau sayang Chanmin? Padahal biasanya kau sering mengatakan sayang pada Minho?" tanya micky bingung.

"ia. Aku juga sayang hyung. Aku sayang para hyung sekalian. Apa itu masalah besar?" Taemin tersenyum manis. Begitu manis hingga membuat wajah Micky bersemu merah.

Yah, sepertinya Micky Yoochun cukup paham kenapa banyak yang begitu tertarik hingga salah paham dengan wajah yang bahkan lebih manis dari wanita pada umumnya ini. Namun sayangnya Taemin terlalu kecil dan polos untuk mengenal cinta yang dalam....

-END-

Mianh banget kalo ceritanya ga begitu memuaskan. Jujur saja Lian sendiri gak begitu ngeh dengan akhir ceritanya. Lian dengan sangat mohon komentarnya biar bisa bikin yang lebih baik lagi... Apa lagi yang sudah Lian tag... tolong ya...*nunduk dalem2*