[FF/Oneshot] Say No!
Annyeong... I'm Back... Akhir-akhir ini author sedang hiatus karna harus berjuang cari universitas dan d awasi ketat oleh eumma. Nah,mumpung hari ini eumma lg liburan. Jadilah saya curi-curi kesempatan buat bikin ni FF. Sekalian menuhin permintaannya nancy eun. First at all... mau ngucapin mianh klo ceritanya agak disingkat berhubung bikinny juga dalam waktu yang singkat dan dalam pikiran yang agak eror karna terlalu banyak dijejali oleh pelajaran akhir-akhir ini.
At least, have a nice read , and please leave some comment to me.
Title : Say No!
Author : Lian1412
Cast : {Eunhae&Yoosu}
~Eunhyuk POV~
"Jadi... Sekarang bagaimana?"
"Err... entahlah." aku bingung harus menjawab apa pada kekasihku saat ini. Aku sadar, aku telah menduakannya, tapi aku juga tak ingin kehilangan dia.
"Bagaimana bisa kau menggantung hubungan kita seperti ini? Padahal terlihat jelas kalau kau juga mencintai Eunhyuk. Lalu kau anggap aku ini apa?" Kedua bola matanya mulai nampak berkaca-kaca menahan air mata. Argh... ini memang terlalu kejam untuknya. Tapi aku harus bagaimana? Aku mencintai keduanya. "Junsu shii...." Donghae masih menunggu jawabanku. Tapi saat ini, aku benar-benar tak bisa berpikir jernih. Keduanya benar-benar berarti bagiku. Donghae, penyemangat hidupku di kota besar ini, dan Eunhyuk, cinta pertamaku.
"Donghae yah~ Aku menyukai kalian berdua. Tak bisakah aku bersama kalian berdua?"
"Aniyo. Kau tak bisa seperti itu. Kau terlalu serakah. Bagaimana pun juga kau tetap harus memilih!"
"Err... Em... mungkin kita harus break sebentar. Aku butuh waktu untuk berpikir. Aku tak bisa terus menykiti perasaanmu seperti ini, karna aku masih sangat mencintaimu." Akhirnya kata-kata itu terucap jua setelah beberapa saat aku berpikir keras. Donghae hanya menunduk. Kulihat beberapa buliran air matanya mulai terjatuh. Aku benar-benar tak kuasa melihatnya seperti ini kemudian merengkuh tubuhnya. "Donghae ah... ini hanya sementara sampai aku benar-benar mampu memilih seorang diantara kalian. Aku..." Belum usai perkataanku Donghae memotongnya sambil melepas pelukanku.
"Junsu shii... aku mengerti. Aku tak apa. Aku akan menunggu jawaban darimu. Aku usahakan untuk bersabar menantinya." Aku hanya berdiam diri sambil merutuki diri dalam hati. Aku benar-benar namja yang sangat bodoh dan plin plan ini.
=-Flash Back-=
Seoul kota yang cukup besar. 2 tahun sudah aku tinggal di kota besar ini meninggalkan kampung halamanku dan cinta pertamaku Eunhyuk.
'Ting Tong' Bel pintu apartemenku berbunyi. Aku segera membuka pintu itu kemudian memasak wajah shock melihat siapa yang sedang berdiri di balik pintu itu.
"Annyeong" sapa namja itu.
"Hyuk!" aku reflek memeluk tubuh orang yang sangat kurindukan ini. Eunhyuk, my first love. "Kenapa kau datang kemari tanpa memberi kabar dulu huh?" Aku merangkul pundaknya dan membawanaya duduk di ruang tengah.
"Bukannya ummamu sudah mengirim kabar bahwa aku akan datang mengantar berkas-berkasmu yang tertinggal?"
"Aniyo. Umma hanya bilang tetangga. Siapa sangka kalau itu kau. Yah, mau main bola?"
"Ha ha.. Kau masih saja sama Junsu yah.. masih suka main bola."
"Ne. Tapi disini tak ada yang bisa ku ajak main selain Donghae. Aku rindu ingin main bola bersamamu."
"Donghae?" Eunhyuk mengrenyitkan dahinya.
"Ne. Pacarku. Nanti ku kenalkan padanya. Sekarang letakkan dulu barang-barangmu, lalu kita main keluar. Ottoke ?"
"Ne."
=-End of Flash Back-=
Pabo. Aku terjerat cinta masa lalu dan menghancurkan perasaan orang yang juga kucintai. Donghae, Eunhyuk, apa yang harus kulakukan. Tak bisa kah aku mendapatkan keduanya? Aku begitu mengharapkan cinta dari keduanya...
Aku berjalan gontai menuju apartemen yang entah kenapa terasa begitu jauh.
Setibanya di apartemen.
"Annyeong."
"Ah Junsu! Kau sudah pulang ternyata." Eunhyuk menyambut kedatanganku dengan penuh suka cita. Senyum lebarnya membuatku bahagia kembali setelah apa yang terjadi antara aku dan Donghae.
"Junsu ah.. aku sudah siapkan air hangat buat mandi, makan malam, juga selimut yang hangat. Junsu mau yang mana dulu?"
"Mwo? Tumben sekali kau rajin. Mau apa nih? Pasti ada maksutnya bukan?" Wajah Eunhyuk tiba-tiba memerah dan membuatku semakin penasaran.
"Em... Aniyo... tak ada apa-apa kok.." Eunhyuk menjawab malu-malu. Apa dia akan membalas cintaku? Tapi aku belum sempat menyatakan perasaanku padanya.
~End of Junsu POV~
~Eunhyuk POV~
Aku masuk ke dalam kamar Junsu.
"Junsu shii.. Malam ini, boleh aku tidur disini?"
"Hah? Boleh saja." Aku merebahkan diriku ke ranjangnya.
"Junsu ah.. kau hari ini bertemu dengan Donghae?"
"Ne. Wae?"
"Kalian bicara apa aja?" Seperti menginjak ranjau aku sepertinya mengucapkan kata terlarang dan itu membuat Junsu menjadi murung. Ia menundukkan kepalanya sejenak.
"Kita putus." Suasana berubah menjadi hening setelah Junsu menjawab pertanyaanku. Sepertinya aku telah menyinggung perasaannya. Tapi, bukankah ini sebuah kesempatan? Bukankah hal ini begitu sayang untuk dilewatkan? Aku ingin mendapatkan cinta itu.
"Ah.. Miah..."
"Ne. Tak masalah. Dia bebas sekarang.
"Junsu... Kalau begitu, bolehkah aku kencan dengan Donghae?"
"Mwo?" ekspresi wajah Junsu berubah tegang. Apa aku telah berbuat salah? Ah, aku memang mengatakannya di saat yang tak tepat. Lalu, aku harus bagaimana?
~End of Eunhyuk POV~
~Junsu POV~
"Junsu... Bolehkah aku kencan dengan Donghae?"
"Mwo?" Aku benar-benar terkejutmendengar perkataan Eunhyuk barusan.
"er.. anu.. maksutku, kalian kan baru saja putus, aku tak tahu apa sebabnya, tapi aku ingin menyemangatinya." Aku tak segera menjawabnya karna memang ini adalah pertanyaan tersulit. Eunhyuk mulai nampak salah tingkah. "Junsu shii~ Mianhamnida kalo aku lancang." Aku memandangi wajahnya yang mulai memerah tak karuan.
"Jangan minta maaf seperti itu, Aku gak papa kok. Jadi tak masalah jika kau ingin kencan dengannya. Silahkan saja. Apa kau menyukainya?"
"Ne. tentu saja." Eunhyuk mengangguk mantap.
"Kalau cintamu diterima olehnya, jadilah pacar yang baik." Akhirnya aku memberi jawaban dengan senyum yang kupaksakan karna aku sebenarnya masih mencintainya. Tapi aku tak punya hak untuk melarang Eunhyuk karna aku memang sudah tak ada hubungan lagi dengan Donghae. "Oh iya, dia tak kuat minum banyak, dia benci rokok, dia juga benci sendirian, jadi kau harus serig berada di sisinya. Ehm.. kau juga harus merayakan ulang tahunnya. Jangan sampai lupa." Entah kenapa aku justru berkata seperti ini. Ingin rasanya saat ini aku menampar diriku sendiri. Aku tak ingin bicara seperti ini. Aku tak ingin mereka bersama. Aku ingin Donghae, aku juga ingin Eunhyuk. Aku ingin mereka berdua tak menjalin cinta. Aku ingin mereka berdua hanya memanadangku seorang. Aku pasti akan sangat menyesal jika mereka benar-benar jadian, tapi kenapa aku masih pasang tampang cool? Kenapa begitu sulit untukku berkata 'Jangan'?
"Oh, kamsahamnida Junsu ah... Ku kira kau akan marah padaku. Aku akan usahakan sebaik mungkin meski sepertinya aku tak bisa tetap tiggal disisinya." Eunhyuk tersenyum cerah padaku.
"Wae?"
"Aku kan harus pulang ke desa. Tujuanku kemari hanya mengantar barang-barangmu saja bukan?"
"Ah.. Ne..."
"Tapi aku akan berjuang!" Eunhyuk nampak begitu antusias dan bersemangat sementara aku hanya bisa tersenyum kecut. Argh... gasumi apa (Hatiku sakit). Aku rasa aku tak akan bisa tidur dengan nyenyak mulai hari ini.
~End of Junsu POV~
~Author POV~
Beberapa kemudian.....
Eunhyuk akan kembali ke desa dan Junsu mengantarnya sampai stasiun, meski sebenarnya ia masih tak rela harus berpisah dengan Eunhyuk lagi. Terlebih lagi beberapa saat sebelum Eunhyuk berangkat, Junsu dipaksa melihat sebuah adegan yang membuat hati Junsu semakin miris.
"Hyuk!!!" Teriak Donghae yang tengah berlari terengah-engah dari kejauhan. Kemudian Donghae memeluk erat tubuh Eunhyuk. "Kenapa kau tak bilang kalau pulang hari ini?"
"Ah.. mianh. Aku tak ingin menyakitimu, kau tak suka sendirian bukan? Maka dari itu, aku merasa tak pantas untuk mengatakan kata-kata perpisahan padamu."
"Tapi kau tak bisa pergi begitu saja seperti ini bukan? Apa kau tak punya sepatah kata apapun untukku? Bukankah aku juga sudah jadi sobatmu selama di Seoul ini?"
"err.. em..." untuk sesaat Eunhyuk nampak kebingungan "Saranghamnida" Akhirnya kata itu terucap juga dari bibir mungilnya. Donghae mundur satu langkah merasa tak percaya dengan apa yang didengarnya kemudian menoleh sebentar ke arah Junsu. Seulas senyum ia sampaikan kepada Junsu. Senyum yang dalam dan penuh arti.
~End of Author POV~
~Junsu POV~
'Say No! No! No!' Aku terus berteriak dalam hati mengharap kan kata 'tidak' yang keluar dari bibir Donghae. Donghae menoleh ke arahku seakan meminta pertimbangandariku. Aku hanya diam memandang lurus ke arahnya. Mencoba menyampaikan perasaanku saat ini. Berharap Donghae masih mencintaiku dan menanti dariku. Donghae pun tersenyum kecil kearahku.
Sementara aku sibuk mengartikan arti senyumnya itu, Donghae telah berpaling ke arah Eunhyuk. Donghae menatap Eunhyuk dengan begitu mantap.
"Na do saranghae." Hatiku hancur. Perasaanku... Harapanku... Cintaku...
"T..Tapi aku tak bisa selalu ada di sisimu, tak bisa selalu menemanimu...."
"Tak masalah. Jarak bukanlah penghalan untuk cinta bukan? Yah~ Tapi, sering-seringlah main ke Seoul."
"Ne," Donghae tersenyum tipis dan Wajah Eunhyuk nampak semakin cerah. Mereka pun berpelukan dan berciuman di depan umum tanpa sedikit pun rasa malu. Apa mereka lupa kalau masih ada aku disini? Aku yang mencintai mereka berdua.
Aku mengacak rambutku dan berjalan pulang tanpa pamit seakan tak mengenal kedua orang yang sedang bermesraan di depan umum itu. Arrgh.... inikah karmanya jika kita terlalu rakus?
'Ckiiiiiiiit'
Hampir saja sebuah mobil menabrakku yang menyebrang sambil melamun di depan bandara ini dan membuatku terduduk lemas karna kaget.
"Kau tak apa?" Seorang namja keluar dari mobil berwarna hitam yang hampir menabarkku kemudian membantuku berdiri.
"Aniyo.. tadi aku melamun." Aku membungkukkan badanku dalam-dalam meminta maaf.
"Ne. Tak masalah. Lain kali hati-hati" Namja itu melepas kaca mata hitam yang sedari tadi ia kenakan dan mengulurkan tangannya.
"Yoochun imnida." Aish... tampan nian pemuda ini. Kurasakan jantungku berdetak cepat. Apakah ini petanda cinta yang baru mulai tumbuh di hatiku?
"Ju..Junsu.. imnida." Dengan sikap yang sedikit gugup aku menjabat tangannya.
"Mau kuantar pulang?" tawarnya.
"Bo...boleh?"
"Yep." Aku mengangguk pelan dan ia pun tersenyum lembut mengarahkanku ke dalam mobil mewahnya.
Mobil mulai melaju dengan kencangnya. Tak bisa kupungkiri lagi kalau aku telah jatuh cinta pada pandangan pertama pada namja ini. Aku berjanji dalam hati. Jika aku telah berhasil mendapatkan pemuda yang rupawan ini, aku tak akan mendua lagi. Karna aku paling tak ingin kehilangan lagi....
~ENd of Junsu POV~
..:::=-The End-=:::..





0 komentar:
Posting Komentar