[FF/Oneshot/y] Crazy 'Cz of U
Annyeong, setelah sekian lama... haha... Sebelumnya mianh kalo FF kali ini terkesan aneh dan agak konyol. Selain tanpa edit, sepertinya si Author sedang mengalami gangguan dalam otaknya hingga membuat FF seperti ini... But, I still wanna share it with all of u. At least, have a nice read and don't forget to leave some comment to me^^
Title : CRAZY 'CZ OF U
Author : Lian 1412
Length : Oneshot
Cast : SHINee
'Brak' Pintu apartemen SHINee yang dibuka dengan kasar oleh tangan mungil Taemin membuat seluruh penghuni apartemen kaget. Bahkan leader Onew yang sedang bersandar di tembok sambil mendengarkan MP3nya mampu mendengar betapa keras suara yang ditimbulkan oleh gebrakan si maknae itu.
"Ah kalian sudah pulang ternyata. Ayo gabung makan." meski sedikit heran dengan tingkah Taemin yang tak biasanya, Key tetap menyambut kedatangan Taemin dan Minho dengan hangat. Namun, tak seperti biasanya Taemin tak menghiraukan ajakan Key dan langsung menuju ke kamar dengan langkah cepat.
'Brak' Kali ini pintu kamar ganti dibanting olehnya. Semua yang berada di sekitar meja makan penuh tanya.
"Minho yah! Kau apakan Taemin?" wajah Key yang tadi hangat pun berubah jadi murka.
"Ah.. eh.. anu ..a.. aku ada janji dah..." melihat wajah Key yang nampak penuh dengan emosi Minho jadi kebingungan dan memilih untuk mengambil langkah seribu dari apartemen itu.
++ Taemin POV ++
Mna yg lbh pnting... aq/tmn2 hyung? Aku menghapus tulisan yang telah tersusun rapi di hanphoneku itu. Melihat keluar jendela sebentar, kemudian merebahkan diri di tempat tidur. Aku ini egois ya? Tapi aku benar-benar tak ingin berpisah dari Minho hyung. Mungkin aku cemburu, aku cemburu pada teman-teman Minho hyung yang bisa bersamanya lebih lama dariku. Aku ingin cepat dewasa. Aku ingin cepat lulus SMU. Hyung... aku tahu kau suka menyibukkan dirimu. Aku selalu resah. Entah apa sebabnya.
++End of Taemin POV++
Key yang merasa khawatir menyusul Taemin ke kamar. Mendapati Taemin yang sedang menangis sambil menatatapi ponselnya Key pun mendekatinya dengan perlahan kemudian mengelus perlahan rambut magnae tanpa kata. Merasakan kehadiran Key, Taemin berhenti menangis dan berkata "Hyung,..."
"Hm.."
"Mana Minho hyung?"
"Entahlah. Si sial itu pergi."
"Mwo ? Pergi?" Taemin terduduk dan menggenggam lengan Key erat. Kenapa hyung biarkan dia pergi?"
"Tentu saja kubiarkan. Karna dia telah membuatmu menangis seperti ini."
"Ta..ta.. tapi hyung..." Taemin kembali menangis. Tak tega dengan uraian air mata si maknae, Key memeluk tubuh kurus yang mulai berisi itu dengan hangat.
"Tapi kenapa? Apa yang ia lakukan padamu tadi? Kenapa kau jadi seperti ini Taeminnie ah... Dia tak akan pergi lama. Aku jamin. Dia tak mungkin mampu bertahan tanpa makan malam."
"Tapi... tapi tadi hyung bilang dia akan pergi jauh." Taemin mulai merengek. " Dia bilang, dia akan menyusul temannya di Afrika." Usai menyebutkan nama daerah yang begitu jauh letaknya Taemin menangis mulai keras lagi. Key pun kebingungan mencari-cari tisu di laci dan menyerahkannya kepada Taemin kemudian keluar dari kamar menemui Jonghyun dan Onew yang sedari tadi menguping dari balik pintu. Dengan gaya seperti bos, almighty memberi komando.
"Kalian tahu apa yang harus kalian perbuat bukan?"
"Ne. SHINee tak boleh kehilangan seorang pun membernya!" Jonghyun dan Jinki menjawan serempak sembari mengangguk mantap kemudian meninngalkan apartemen tersebut.
Sementara itu di sebuah taman, Minho perlahan mengayunkan ayunan yang sedang didudukinya dan sesekali mengaduk-aduk pasir di bawahnya dengan kakinya.
"Yah!" Minho menghentikan ayunannya saat sesuatu yang dingin menyentuh pipinya.
"Hehe... mau minum?" Seorang yeoja berambut panjang duduk di ayunan sebelahnya dan menyodorkan salah satu minuman kaleng dingin yang baru saja dibelinya.
Minho pun menerimanya dan bertanya "Kau? Apa yang kau lakukan tengah malam di tempat seperti ini?" Mendengar pertanyaan Minho, yeoja itu hanya terkekeh. Ia mengambil sekaleng minuman dari tas plastik dan meneguknya perlahan.
"Kau sendiri?"
"Aku... Aku sedang ada masalah dengan Taemin..." Minho menunduk.
"Ooh... masalah rumah tangga ya..."yeoja itu hanya ber-oh kemudian kembali minum dengan santainya.
"Yah! Sora ah! Kau sendiri sedang apa disini huh?"
"Aku? Dari mini market. tempat kosku dekat dari sini. Kau kenapa? Tak dapat ijin dari istri tercinta untuk ke Afrika Selatan?" Minho tak menjawab. Ia hanya diam karna ucapan Sora tepat sasaran. Sora menyodorkan sekantung plastik belanjaannya yang kini hanya berisi kaleng-kaleng kosong kepada Minho. "Bawa itu pulang dan jelaskan padanya dengan baik. Hasil akhirnya kau mau ikut pergi atau tidak, itu tergantung keputusanmu. Bukan dia. Aku permisi." Minho melempar tas plastik itu jauh-jauh berharap akan mendarat tepat di kepala Sora. Akan tetapi gagal. Sora telah berlari terlalu jauh dari jangkauan lemparannya. Melihat usaha yang sia-sia itu, ia kembali duduk di ayunan taman itu sambil memikirkan banyak hal. Dia berpikir ekstra keras untuk Lee Taemin. Dia ingin mengambil keputusan yang terbaik untuk Taemin.
"Minho yah! Akhirnya aku menemukanmu!" Jonghyun dengan nafas yang terengah-engah menghampiri Minho yang masih terduduk di ayunan mungil.
"Waeyo hyung?"
"Kau harus segera ikut aku."
"Kenapa aku harus ikut kamu?"
"Karna.. ah.. tunggu sebentar, aku telpon Jinki hyung dulu." Jonghyun mengeluarkan ponsel dari sakunya dan mulai menelpon Jinki. "Yoboseyo.. hyung.. aku sudah temukan Minho. Dia di taman sekarang. Cepat bantu aku." Telpon dimatikan. Jonghyun segera meendekap tubuh Minho. Membiarkan Minho yang masih kebingungan dalam pelukannya yang dalam.
=============================
Di apartemen SHINee, Taemin masih saja menangis dan membenamkan wajahnya pada bantal empuknya ditemani oleh Kim Kibum yang panik, mondar-mandir tak jelas.
"Taemin ah, kau yakin Minho bilang begitu?" Taemin mengangguk. "Sepertinya aku harus segera hubungi manajer kalau masalahnya sudah runyam seperti ini." Key mengambil ponselnya dan hendak menghubungi manajer mereka. Namun, gerakannya dihentikan oleh sang leader onew.
"Aku rasa itu tak perlu."
"Yah! Kami sudah berhasil meringkus Minho dan mengikatnya erat-erat pada jemuran di balkon." sahut Jonghyun.
"Dia tetap member SHINee dan tak akan pergi kemanapun juga."
Lee Jinki, Kim Jonghyun, Kim Kibum menarik napas lega kemudian merebahkan diri di kasur masing-masing. Akan tetapi, Taemin diam-diam mengendap keluar kamar menuju balkon untuk melihat keadaan Minho. Melihat kedatangan Taemin Minho langsung berteriak sekeras mungkin memohon bantuan.
"Taeminnie ah~!~!~! Kumohon lepaskan aku! Kenapa aku harus diikat seperti ini? Apa salahku?"
'Buk!' Sebuah bantal melayang dan mendarat tepat di wajah Minho.
"Minho yah! Kau ini berisik sekali sih? Kami mau tidur." ucap si pemilik bantal yang sering disebut eumma karna cerewetnya pada Minho. Rupanya Key dan Jonghyun terbangun karna mendenga teriakan itu. Jinki? Dia masih tertidur dengan pulasnya tak mempedulikan segala yang terjadi.
"Tapi, aku ke Afrika tidak sendirian.. Aku bersama Eunhyuk hyung menyusul teman kami. Kenapa kalian seheboh ini?"
"Eunhyuk hyung?" Taemin menyebut salah satu nama personil itu perlahan sembari menunduk.
"Mwo? Kau campakan Taemin dan beralih ke Eunhyuk hyung?" Key melotot tak percaya.
"Bahkan kau telah merencanakan keluar manajemen bersamanya?" sambung Jonghyun.
"Ani.. ani.. siapa bilang aku akan keluar dari SME? Aku hanya pergi ke Afrika bersamanya. Aku hanya pergi seminggu ke Afrika Selatan menyusul teman kami disana dan nonton bola bareng. Kenapa kalian bisa berpikir sejauh itu?"
"Ooh... nonton bola..."
"Ooh... seminggu..." Key dan Jonghyun nampak lega dan melepaskan ikatan Minho, namun raut kecewa masih terpancar jelas di wajah Taemin.
"Dengan Eunhyuk hyung..." Taemin berkata lirih, tapi suara itu masih jelas dapat ditangkap oleh telinga Minho. Mendengar suara manis itu Minho tak tahan untuk tidak memeluk tubuh mungil itu.
"Hyung kalian tidurlah dulu. Sepertinya aku harus bermain-main dulu dengan maknae kita ini agar dia mengerti betapa besarnya perasaanku padanya." ujar Minho nakal.
"Hmm? Terserah kau sajalah asal jangan sampai terlalu larut. Besok Taemin harus sekolah." Sementara Key dan Jonghyun kembali ke kamar untuk tidur, Minho dan Taemin duduk bersanding di sofa ruang tengah.
"Taeminnie ah... Kau mau main apa?" Taemin menggelengkan kepalanya.
"Aku tak ingin bermain hyung. Aku ingin hyung. Jangan pergi dengan Eunhyuk hyung ya..." pinta Taemin itu membuat seulas senyuman terkembang di bibir Minho.
"Taemin ah... kau pikir aku suka cari mati? Bisa di buang ke sungai Han oleh Donghae hyung."
"Waeyo?"
"Karna Donghae hyung memiliki kekhawatiran yang sama denganmu."
"Kekhawatiran yang sama?" Minho merangkul pundak Taemin dan membenamkan wajah maknae itu ke dadanya.
"Sudahlah tak perlu kau pikirkan. Kau nanti juga akan mengerti dengan sendirinya. Sekarang kita main-main saja dulu." Senyum penuh arti tersungging di bibir seorang Choi Minho. Namja berusia 19 tahun itu mengerlingkan matanya pada si maknae kemudian mematikan lampu ruang tengah.
Apa yang terjadi kemudian? Who knows. Silahkan para readers bayangkan sendiri kelanjutan dari kisah ini.
~>END<~




0 komentar:
Posting Komentar